Aku Istimewa
I. PEMBUKAAN KHOTBAH
Ice Breaker:
Anak-anak, siapa di sini yang pernah berkata: “Aku tidak suka rambutku,” atau “Aku ingin seperti dia”?
Kalau pernah, angkat tangan!
Pertanyaan Retoris:
Kalau Tuhan yang menciptakan kita, apakah mungkin Tuhan salah membuat kita?
Transisi:
Hari ini kita akan belajar bahwa setiap kita diciptakan Tuhan dengan sangat istimewa, sehingga kita perlu hidup dengan hati yang bersyukur.
II. LATAR BELAKANG TEKS
Kejadian 1 ditulis untuk menyatakan bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Ayat 26–27 adalah puncak penciptaan, karena manusia diciptakan berbeda dari ciptaan lainnya.
Dalam bahasa Ibrani, kata “gambar” adalah tselem, dan “rupa” adalah demuth. Ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan untuk merepresentasikan Allah di dunia.
III. POIN KHOTBAH
I. Aku Diciptakan Menurut Gambar Allah (Kej. 1:26)
“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…”
- Manusia tidak diciptakan secara kebetulan.
- Kita diciptakan dengan nilai dan martabat ilahi.
- Gambar Allah berarti kita bisa mengasihi, berpikir, memilih yang baik.
Ayat Paralel:
Mazmur 139:14 – “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.”
Pesan Teologis:
Setiap anak bernilai bukan karena prestasi, tetapi karena penciptaannya.
Transisi:
Kalau kita diciptakan segambar dengan Allah, apakah Tuhan menciptakan kita semua sama?
II. Aku Diciptakan Unik dan Berharga (Kej. 1:27)
“…laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
- Allah menciptakan perbedaan sebagai keindahan.
- Tidak ada manusia yang lebih tinggi atau rendah.
- Setiap anak punya keunikan masing-masing.
Ayat Paralel:
1 Korintus 12:18 – “Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh.”
Ilustrasi:
Seperti pensil warna—kalau hanya satu warna, gambar tidak indah. Tuhan memakai semua warna!
Transisi:
Kalau aku istimewa, bagaimana seharusnya sikap hatiku?
III. Aku Bersyukur atas Diriku dan Sesamaku
- Bersyukur berarti menerima diri sebagai ciptaan Tuhan.
- Bersyukur berarti tidak mengejek atau merendahkan orang lain.
- Bersyukur dinyatakan lewat kata dan tindakan.
Ayat Paralel:
1 Tesalonika 5:18 – “Mengucap syukurlah dalam segala hal.”
IV. APLIKASI BERDASARKAN USIA
A. Anak Balita (1–5 Tahun)
- Aplikasi: Tuhan Yesus sayang aku. Aku ciptaan Tuhan.
- Untuk Orang Tua: Ucapkan syukur bersama anak setiap hari.
- Aktivitas: Menunjuk anggota tubuh sambil berkata: “Terima kasih Tuhan.”
B. Anak Kecil (6–10 Tahun)
- Aplikasi: Aku tidak membandingkan diriku dengan teman.
- Aktivitas: Menggambar diri sendiri dan menulis “Aku bersyukur karena…”
C. Anak Besar (11–15 Tahun)
- Aplikasi: Menggunakan talenta untuk memuliakan Tuhan.
- Aktivitas: Diskusi kelompok: “Apa keunikan yang Tuhan beri padaku?”
V. PENUTUP KHOTBAH
Seruan:
Mari katakan bersama: “Aku istimewa karena diciptakan Tuhan!”
Penutup Puitis:
Aku bukan kebetulan,
Aku bukan kesalahan,
Di tangan Tuhan aku diciptakan,
Dengan kasih dan tujuan yang indah.
Pantun:
Pergi ke taman memetik bunga,
Tak lupa hati penuh syukur,
Aku ciptaan Tuhan yang mulia,
Hidupku indah, hatiku makmur.