ALLAH MENYATAKAN KESELAMATAN

Khotbah Untuk : 11 Jan 2026
🏷Bacaan 1 Setelah Epipanias
Nats: Kisah Para Rasul 10:34–43
👁 83x dibaca
belum ada rating

I. PENDAHULUAN: KETIKA TEMBOK ROHANI DIRUNTUHKAN

Ice Breaker:
Pernahkah kita tanpa sadar membatasi siapa yang “layak” menerima kasih Allah? Mungkin kita berkata, “Dia terlalu berdosa,” atau “Dia bukan dari kelompok kita.”

Pertanyaan Retoris:
Apakah keselamatan Allah hanya untuk orang-orang tertentu, atau sungguh bagi semua?

Kisah Para Rasul 10 adalah salah satu titik balik terbesar dalam sejarah gereja. Di rumah Kornelius, seorang perwira Romawi non-Yahudi, Rasul Petrus menyadari sesuatu yang mengguncang teologi eksklusifnya:

Allah tidak memandang muka.

Tema kita hari ini ditegaskan dengan kuat: Allah Menyatakan Keselamatan — secara terbuka, universal, dan berpusat pada Yesus Kristus.

II. LATAR BELAKANG TEKS

Gereja mula-mula bergumul dengan satu pertanyaan besar: Apakah Injil hanya untuk orang Yahudi?

Kornelius adalah seorang kafir yang takut akan Allah. Petrus, seorang rasul Yahudi, menerima penglihatan dari Tuhan bahwa tidak ada lagi yang najis secara ritual. Perjumpaan ini bukan kebetulan, tetapi intervensi ilahi.

Dalam ayat 34–43, Petrus berkhotbah—dan khotbah ini menjadi deklarasi resmi bahwa keselamatan Allah bersifat universal.

III. POIN 1: ALLAH MENYATAKAN KESELAMATAN TANPA MEMANDANG LATAR BELAKANG (ayat 34–35)

Transisi:
Keselamatan dimulai bukan dari perubahan manusia, tetapi dari perubahan cara pandang rohani.

1. Allah tidak memandang muka (ayat 34)

Kata Yunani prosōpolēmptēs berarti “menerima muka” atau bersikap pilih kasih. Petrus menegaskan bahwa Allah tidak terikat pada etnis, status sosial, atau sejarah dosa.

Ayat Paralel:
Roma 2:11 — “Sebab Allah tidak memandang bulu.”

2. Yang berkenan kepada Allah adalah iman yang sejati (ayat 35)

Bukan identitas lahiriah, tetapi hati yang takut akan Allah dan melakukan kebenaran.

Ilustrasi:
Seperti pintu rumah sakit yang terbuka bagi siapa saja yang sakit, keselamatan terbuka bagi siapa pun yang percaya.

Aplikasi:
Bagi pegawai & karyawan: berhentilah menghakimi rekan kerja.
Bagi gereja: Injil bukan milik satu kelompok.

IV. POIN 2: ALLAH MENYATAKAN KESELAMATAN MELALUI YESUS KRISTUS (ayat 36–41)

Transisi:
Keselamatan Allah bukan ide abstrak, tetapi nyata dalam sejarah.

1. Yesus adalah Tuhan atas semua (ayat 36)

Yesus disebut Kyrios pantōn — Tuhan atas semua, bukan hanya Tuhan orang Yahudi.

Ayat Paralel:
Filipi 2:11 — Setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan.

2. Pelayanan Yesus penuh kuasa dan belas kasihan (ayat 38)

Yesus mengalahkan kuasa Iblis. Keselamatan berarti pembebasan.

3. Salib dan kebangkitan sebagai inti Injil (ayat 39–41)

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat keselamatan.

Ayat Paralel:
1 Korintus 15:3–4 — Injil yang sejati.

Aplikasi:
Bagi pemuda: iman Kristen berakar pada fakta sejarah.
Bagi orang tua: ajarkan Injil Kristus yang utuh.

V. POIN 3: ALLAH MENYATAKAN KESELAMATAN UNTUK DIRESPONS DENGAN IMAN (ayat 42–43)

Transisi:
Keselamatan yang dinyatakan menuntut respons pribadi.

1. Yesus adalah Hakim orang hidup dan mati (ayat 42)

Keselamatan tidak netral. Semua manusia akan memberi pertanggungjawaban.

2. Pengampunan dosa melalui iman (ayat 43)

Kata Yunani aphesis berarti pelepasan penuh. Dosa tidak hanya ditutupi, tetapi dihapus.

Ayat Paralel:
Efesus 1:7 — Pengampunan oleh darah Kristus.

Aplikasi:
Bagi pedagang: hiduplah dalam kejujuran sebagai respons iman.
Bagi jemaat: terimalah keselamatan dengan iman, bukan usaha.

VI. PENUTUP: SERUAN KESELAMATAN YANG TERBUKA

Seruan:
Hari ini, Allah menyatakan keselamatan. Apakah Saudara mau merespons?

Penutup Puitis:
Kasih Allah melintasi batas manusia,
Salib Kristus meruntuhkan tembok dunia.

Pantun Penutup:
Pergi ke taman memetik kenari,
Disimpan rapi di dalam peti;
Keselamatan Allah kini dinyatakan,
Bagi semua yang mau percaya dan berserah diri.