ALLAH MENYATAKAN KESELAMATAN
I. PENDAHULUAN: ALLAH YANG TIDAK DIAM
Ice Breaker:
Pernahkah Saudara merasa Allah seakan diam ketika dunia terasa semakin gelap? Ketika ketidakadilan merajalela, suara kebenaran diredam, dan harapan tampak rapuh—di manakah Allah?
Pertanyaan Retoris:
Apakah Allah sungguh peduli dengan dunia yang terluka ini?
Nats Yesaya 42:1–9 menjawab dengan tegas: Allah tidak diam. Ia bertindak. Ia menyatakan keselamatan-Nya melalui Sang Hamba TUHAN. Teks ini adalah bagian dari “Nyanyian Hamba TUHAN” yang pertama, ditulis dalam konteks Israel yang berada dalam pembuangan, kehilangan identitas, dan nyaris putus asa.
Tema besar kita hari ini: Allah Menyatakan Keselamatan — bukan dengan kekerasan, tetapi melalui ketaatan, kelembutan, dan terang bagi bangsa-bangsa.
II. LATAR BELAKANG TEKS
Kitab Yesaya pasal 40–55 berbicara kepada umat Israel dalam pembuangan Babel. Mereka hancur secara politik, sosial, dan spiritual. Di tengah situasi itu, Allah memperkenalkan figur “Hamba TUHAN” (Ibrani: ‘ebed YHWH) sebagai alat keselamatan universal.
Yesaya 42 menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya untuk Israel, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain (goyim).
III. POIN 1: KESELAMATAN DINYATAKAN MELALUI HAMBA PILIHAN ALLAH (ayat 1–4)
Transisi:
Keselamatan Allah tidak datang secara abstrak, tetapi melalui pribadi yang dipilih dan diperkenan-Nya.
1. Hamba yang dipilih dan diperkenan Allah (ayat 1)
“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang…”
Kata “Kupilih” berasal dari Ibrani bachar — menunjuk pada pilihan ilahi yang berdaulat. Keselamatan bukan hasil inisiatif manusia, tetapi keputusan kasih Allah.
Ayat Paralel:
Matius 3:17 — Allah berkenan kepada Yesus saat baptisan-Nya.
2. Hamba yang dipenuhi Roh Allah
“…Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya.”
Kata ruach (Roh) menandakan kuasa ilahi yang memampukan. Keselamatan dikerjakan oleh kuasa Roh, bukan kekuatan manusia.
3. Hamba yang lemah lembut namun teguh (ayat 2–3)
Ia tidak berteriak, tidak mematahkan buluh yang terkulai.
Keselamatan Allah hadir dengan kelembutan, bukan paksaan.
Ilustrasi:
Seperti dokter yang menyembuhkan luka dengan sentuhan lembut, bukan palu.
Aplikasi:
Bagi pegawai, pemimpin, orang tua: jadilah saluran keselamatan dengan kelembutan dan integritas.
IV. POIN 2: KESELAMATAN DINYATAKAN SEBAGAI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA (ayat 5–7)
Transisi:
Keselamatan Allah tidak berhenti pada satu bangsa, tetapi menjangkau seluruh dunia.
1. Allah Sang Pencipta adalah sumber keselamatan (ayat 5)
Allah yang menciptakan langit dan bumi berhak menyelamatkan ciptaan-Nya.
Ayat Paralel:
Mazmur 24:1 — Bumi dan segala isinya adalah milik TUHAN.
2. Hamba sebagai terang (ayat 6)
Kata ‘or (terang) melambangkan kebenaran, hidup, dan keselamatan.
Ayat Paralel:
Yohanes 8:12 — Yesus adalah terang dunia.
3. Membuka mata yang buta dan membebaskan yang terbelenggu (ayat 7)
Keselamatan bersifat holistik: rohani dan sosial.
Aplikasi:
Bagi pemuda: jadilah terang di sekolah dan media sosial.
Bagi pedagang: terangi dunia usaha dengan kejujuran.
V. POIN 3: KESELAMATAN ADALAH KARYA ALLAH YANG PASTI DAN BARU (ayat 8–9)
Transisi:
Mengapa keselamatan ini dapat dipercaya? Karena Allah sendiri menjaminnya.
1. Allah tidak membagi kemuliaan-Nya (ayat 8)
Keselamatan bukan hasil berhala modern: uang, kuasa, teknologi.
Ayat Paralel:
Kisah Para Rasul 4:12 — Keselamatan hanya di dalam Yesus.
2. Nubuat lama tergenapi, hal baru dinyatakan (ayat 9)
Allah setia pada janji-Nya. Keselamatan adalah karya Allah yang progresif.
VI. PENUTUP: SERUAN DAN RESPONS JEMAAT
Seruan:
Apakah Saudara mau menerima dan menjadi alat keselamatan Allah?
Penutup Puitis:
Allah tidak hanya berbicara—Ia bertindak.
Allah tidak hanya berjanji—Ia menggenapi.
Pantun Penutup:
Pergi ke ladang memetik delima,
Delima merah di pagi hari;
Allah menyatakan kasih-Nya nyata,
Keselamatan tiba, bagi kita semua.