Beriman
I. PEMBUKAAN KHOTBAH
Ice Breaker:
Siapa di antara kalian yang pernah percaya sesuatu tanpa melihat buktinya langsung?
Misalnya: percaya hasil ujian akan keluar baik, padahal belum diumumkan.
Pertanyaan retoris:
“Kalau Tuhan tidak kelihatan, bagaimana aku bisa percaya Dia sungguh-sungguh nyata?”
Remaja hari ini hidup di zaman bukti visual: foto, video, screenshot. Kalau tidak terlihat, dianggap tidak nyata. Namun Alkitab mengajarkan iman dengan cara yang sangat berbeda.
II. LATAR BELAKANG TEKS
Surat Ibrani ditulis kepada orang-orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami tekanan, penganiayaan, dan kelelahan iman. Banyak dari mereka mulai ragu, bahkan ingin kembali ke kehidupan lama.
Ibrani pasal 11 hadir bukan sebagai teori iman, melainkan sebagai penguatan iman bagi orang-orang yang hampir menyerah.
III. ISI KHOTBAH
I. Iman adalah Dasar Hidup Orang Percaya (ayat 1)
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan…”
Kata “dasar” berasal dari bahasa Yunani ὑπόστασις – hypostasis, yang berarti fondasi yang kokoh, penopang utama.
- Iman bukan perasaan sesaat.
- Iman adalah fondasi hidup.
Remaja sering membangun hidup di atas: nilai sekolah, popularitas, atau pengakuan teman. Namun semua itu rapuh.
Pesan Teologis:
Iman bukan menolak realita,
tetapi mempercayai Allah yang memegang masa depan.
Ayat Paralel:
2 Korintus 5:7 – “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Transisi:
Jika iman adalah fondasi, lalu bagaimana iman bekerja dalam kehidupan nyata?
II. Iman Membuat Kita Melihat yang Tak Kelihatan (ayat 2–3)
“Karena iman kita mengerti…”
Kata “mengerti” berasal dari Yunani νοέω – noeo, yang berarti memahami dengan pikiran yang diterangi Allah.
- Iman bukan buta.
- Iman membuka pengertian rohani.
Iman membuat kita percaya bahwa dunia ini diciptakan oleh firman Allah, meskipun kita tidak menyaksikannya.
Pesan Teologis:
Iman mengajarkan remaja untuk melihat hidup
bukan hanya dari apa yang viral, tapi dari kebenaran Allah.
Ayat Paralel:
Roma 10:17 – “Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.”
Ilustrasi:
Seperti sinyal internet: tidak terlihat,
tetapi dampaknya nyata saat kita terhubung.
Transisi:
Namun iman sejati tidak berhenti pada pengetahuan.
III. Iman Berkenan kepada Allah dan Mengubah Hidup (ayat 4–6)
“Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”
Kata “berkenan” berasal dari Yunani εὐαρεστέω – euaresteo, yang berarti menyenangkan hati Allah.
- Tuhan tidak terutama mencari prestasi.
- Tuhan mencari iman yang tulus.
Ayat 6 menegaskan dua isi iman: percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Dia memberi upah bagi yang mencari-Nya.
Pesan Teologis:
Iman bukan hanya percaya Tuhan ada,
tetapi percaya Tuhan peduli.
Ayat Paralel:
Amsal 3:5 – “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.”
IV. APLIKASI PRAKTIS UNTUK REMAJA
- Tetap jujur meski tidak diawasi.
- Berdoa saat takut akan masa depan.
- Beriman saat hasil belum terlihat.
Aktivitas Kelompok:
Minta setiap remaja menuliskan satu hal yang sedang mereka doakan, lalu saling mendoakan dalam kelompok kecil selama satu minggu.
V. PENUTUP & SERUAN IMAN
Seruan:
Hari ini Tuhan tidak meminta kamu mengerti semuanya,
Dia hanya meminta kamu percaya.
Penutup Puitis:
Iman melangkah saat mata tak melihat,
Iman bertahan saat hati gemetar.
Bukan karena aku kuat,
Tetapi karena Allah setia.
Pantun:
Pergi belajar di pagi hari,
Mata mengantuk menahan lelah.
Walau hidup penuh misteri,
Iman kepada Tuhan tetap teguh dan pasrah.