Anak Allah yang Bertanggung Jawab
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.’”
I. Pendahuluan: Anak yang Dipercaya
Ice Breaker:
Anak-anak, siapa di sini yang pernah dipercaya orang tua menjaga adik? Atau menjaga mainan supaya tidak rusak?
Pertanyaan Retoris:
Kalau Tuhan sendiri yang mempercayakan sesuatu kepada kita, apakah kita mau bertanggung jawab?
Sejak awal penciptaan, Allah tidak hanya menciptakan manusia sebagai makhluk hidup, tetapi sebagai anak-anak-Nya yang diberi tugas dan tanggung jawab.
Latar Belakang Teks
Kejadian 1 adalah kisah penciptaan. Ayat 28 muncul setelah manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei). Berkat Allah bukan hanya janji, tetapi juga panggilan untuk bertindak.
Kata Ibrani untuk “memberkati” adalah barak, yang berarti: Allah memberikan kapasitas dan tanggung jawab agar manusia hidup sesuai kehendak-Nya.
II. Anak Allah Dipanggil untuk Bertumbuh (Ay. 28a)
“Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi...”
Kata “bertambah banyak” dalam bahasa Ibrani adalah rabah, artinya bertumbuh secara aktif dan berkelanjutan.
- Bertumbuh dalam iman
- Bertumbuh dalam karakter
- Bertumbuh dalam ketaatan
Ayat Paralel:
Amsal 22:6 – Tuhan rindu anak-anak bertumbuh dalam jalan-Nya.
Transisi:
Bertumbuh saja belum cukup, anak Allah juga harus belajar menjaga apa yang Tuhan beri.
III. Anak Allah Dipercaya untuk Mengelola (Ay. 28b)
“…taklukkanlah itu, berkuasalah...”
Kata Ibrani radah (berkuasa) tidak berarti menindas, tetapi memimpin dengan kasih dan tanggung jawab.
- Menjaga ciptaan Tuhan
- Menggunakan talenta dengan benar
- Tidak merusak, tapi merawat
Ayat Paralel:
Mazmur 8:7 – Manusia dipercaya sebagai pengelola ciptaan.
Ilustrasi:
Seorang anak diberi sepeda baru. Jika dirawat, sepeda itu awet. Jika diabaikan, cepat rusak. Begitu juga tanggung jawab dari Tuhan.
Transisi:
Mengelola berarti hidup taat setiap hari.
IV. Anak Allah Hidup dalam Ketaatan
Tanggung jawab bukan beban, tetapi bukti kita adalah anak Allah.
Ayat Paralel:
Lukas 16:10 – Setia dalam perkara kecil.
V. Aplikasi Berdasarkan Usia
I. Anak Balita (1–5 Tahun)
- Aplikasi: Belajar membereskan mainan sebagai bentuk taat.
- Aktivitas: Membereskan mainan bersama orang tua sambil menyanyi.
II. Anak Kecil (6–10 Tahun)
- Aplikasi: Bertanggung jawab atas tugas sekolah dan Alkitab.
- Aktivitas: Game “Penjaga Ciptaan” (menggambar alam & cara menjaganya).
III. Anak Besar (11–15 Tahun)
- Aplikasi: Mengelola waktu, gadget, dan relasi.
- Aktivitas: Diskusi kelompok + proyek kecil peduli lingkungan.
VI. Penutup: Seruan dan Pantun
Anak-anak, hari ini Tuhan berkata:
“Aku percaya padamu.”
Respons Jemaat:
“Tuhan, aku mau jadi anak-Mu yang bertanggung jawab!”
Pantun:
Pergi ke taman memetik melati,
Melati putih harum baunya.
Kami anak Tuhan yang dikasihi,
Siap bertanggung jawab seumur hidup kami.