Beribadah Bersama

Khotbah Untuk : 11 Jan 2026
🏷Remaja 1 Setelah Epipanias
Nats: Ibrani 10:22–25
👁 34x dibaca
belum ada rating

I. PEMBUKAAN KHOTBAH

Ice Breaker:
Siapa yang pernah berkata, “Aku bisa percaya Tuhan sendiri, tanpa harus ke gereja”?

Pertanyaan retoris:
“Kalau Tuhan ada di mana-mana, mengapa kita masih perlu beribadah bersama?”

Banyak remaja hari ini merasa ibadah hanyalah rutinitas, atau bahkan merasa lebih nyaman beriman sendirian. Namun Firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa iman Kristen tidak pernah dirancang untuk dijalani sendirian.


II. LATAR BELAKANG TEKS

Surat Ibrani ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami tekanan, penganiayaan, dan kelelahan rohani.

Banyak dari mereka mulai menjauh dari persekutuan, takut, kecewa, dan kehilangan semangat beribadah.

Ibrani 10:22–25 adalah seruan pastoral: jangan mundur, jangan menyendiri, tetapi datang dan bertumbuh bersama.


III. ISI KHOTBAH

I. Beribadah Bersama Dimulai dari Hati yang Disucikan (ayat 22)

“Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas…”

Kata “menghadap” berasal dari Yunani προσερχώμεθα – proserchometha, yang berarti datang dengan keberanian dan keintiman.

  • Ibadah bukan sekadar hadir fisik.
  • Ibadah adalah respons hati yang dibersihkan oleh Kristus.

Pesan Teologis:
Ibadah bersama bukan soal tempat, melainkan tentang hati yang datang kepada Allah dengan iman.

Ayat Paralel:
Mazmur 51:12 – “Hati yang remuk tidak akan Kaupandang hina.”

Transisi:
Jika hati kita sudah dibersihkan, lalu apa yang menjaga kita tetap setia dalam iman?


II. Beribadah Bersama Menguatkan Pengharapan (ayat 23)

“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita…”

Kata “teguh berpegang” berasal dari Yunani κατέχω – katecho, yang berarti memegang erat tanpa melepaskan.

  • Iman remaja mudah goyah.
  • Persekutuan menolong iman tetap kuat.

Pesan Teologis:
Beribadah bersama adalah sarana Allah untuk menjaga iman kita tetap teguh di tengah tekanan hidup.

Ayat Paralel:
Pengkhotbah 4:12 – “Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan.”

Ilustrasi:
Seperti arang yang menyala: jika sendiri akan padam, tetapi bersama akan tetap panas.

Transisi:
Ibadah bersama bukan hanya untuk menerima, tetapi juga untuk memberi.


III. Beribadah Bersama Saling Mendorong dan Menguatkan (ayat 24–25)

“Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong…”

Kata “mendorong” berasal dari Yunani παροξυσμός – paroxysmos, yang berarti rangsangan kuat yang membangkitkan tindakan.

  • Ibadah bukan tontonan.
  • Ibadah adalah perjumpaan yang saling membangun.

Pesan Teologis:
Remaja dipanggil bukan hanya untuk hadir, tetapi untuk menjadi berkat dalam persekutuan.

Ayat Paralel:
Kisah Para Rasul 2:42 – Jemaat bertekun dalam persekutuan dan doa.


IV. APLIKASI PRAKTIS UNTUK REMAJA

  • Datang beribadah dengan sikap hormat, bukan terpaksa.
  • Berani menyapa dan mendoakan teman.
  • Tetap setia hadir meski lelah atau bosan.

Aktivitas Kelompok:

Bentuk kelompok kecil. Setiap orang menyebutkan satu hal yang membuat mereka malas beribadah, lalu saling mendoakan dan menguatkan.


V. PENUTUP & SERUAN IMAN

Seruan:
Ibadah bersama bukan kewajiban kosong, tetapi karunia Allah untuk menjaga iman kita tetap hidup.

Penutup Puitis:
Sendiri aku lemah dan goyah,
Bersama aku dikuatkan dan bertumbuh.
Di dalam persekutuan kudapati,
Kasih Allah yang nyata dan utuh.

Pantun:
Pergi pagi menuju gereja,
Bersama teman hati pun ceria.
Iman tak tumbuh bila sendiri saja,
Tuhan hadir di tengah kita semua.