Berjalan Dalam Terang Tuhan
Pembukaan:
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, bayangkan seorang pelari yang sedang berada di garis akhir lomba. Ia tidak lagi santai, tetapi fokus, karena tahu bahwa waktu hampir habis. Demikianlah kehidupan rohani kita di masa Advent ini — waktu sudah hampir genap, Sang Juruselamat segera datang. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata: “Sudah saatnya kamu bangun dari tidur, sebab keselamatan sudah lebih dekat.”
Advent bukan hanya mengenang kelahiran Kristus, tetapi juga menantikan kedatangan-Nya kembali. Dan sambil menanti, kita dipanggil untuk berjalan dalam terang Tuhan — hidup dalam kesadaran rohani, meninggalkan kegelapan dosa, dan mengenakan Kristus sebagai terang hidup kita.
Pertanyaan retoris: Apakah kita hari ini sedang terjaga dalam terang, atau masih terlelap dalam kegelapan dunia?
Latar Belakang Teks:
Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang hidup di tengah dunia yang penuh kemewahan dan dosa. Roma adalah pusat kekuasaan, kemegahan, tetapi juga tempat penyembahan berhala dan moral yang rusak. Dalam konteks itu, Paulus mengingatkan jemaat untuk hidup berbeda — tidak menyerupai dunia, melainkan mengenakan Kristus. Pasal 13 menegaskan bahwa hidup dalam terang berarti sadar akan waktu rohani dan siap menyambut kedatangan Tuhan dengan hidup yang suci.
Poin 1: Sadar Akan Waktu Rohani (Roma 13:11)
“Sudah tiba saatnya kamu harus bangun dari tidur...”
- a. Tidur rohani — Dalam bahasa Yunani, kata hypnos berarti keadaan tidak sadar; rohani yang tertidur tidak lagi peka terhadap suara Tuhan.
- b. Keselamatan semakin dekat — Paulus menegaskan bahwa setiap hari membawa kita makin dekat pada kedatangan Kristus; waktu untuk bertobat adalah sekarang.
- c. Bangkit dan berjaga — Seperti prajurit yang menunggu fajar, orang percaya harus siap sedia dalam doa dan kesetiaan.
Ayat paralel: Efesus 5:14 – “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
Transisi: Setelah sadar akan waktu yang genting ini, Paulus menuntun kita untuk meninggalkan perbuatan gelap.
Poin 2: Meninggalkan Kegelapan dan Mengenakan Terang (Roma 13:12–13)
“Malam telah hampir berlalu, dan siang sudah dekat...”
- a. “Malam” melambangkan dosa dan ketidaktahuan — Dunia tanpa Kristus adalah dunia tanpa arah. Dalam terang Injil, kita mengenal kebenaran.
- b. “Perlengkapan senjata terang” — Frasa Yunani hopla tou photos berarti senjata rohani untuk melawan godaan. Terang Tuhan bukan pasif; ia melindungi dan menguatkan.
- c. Hidup sopan seperti pada siang hari — Artinya hidup transparan, jujur, tidak tersembunyi dalam dosa; kehidupan kita harus terbuka di hadapan Tuhan dan sesama.
Ayat paralel: 1 Tesalonika 5:5 – “Kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang; kita bukan orang malam atau kegelapan.”
Transisi: Untuk berjalan dalam terang, bukan hanya meninggalkan kegelapan, tetapi juga mengenakan Kristus sebagai pusat hidup kita.
Poin 3: Mengenakan Kristus sebagai Terang Kehidupan (Roma 13:14)
“Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”
- a. Mengenakan Kristus — Dalam bahasa Yunani, kata endyō berarti “memakai secara permanen.” Artinya, hidup kita harus dibungkus oleh karakter dan kasih Kristus.
- b. Menolak keinginan daging — Hidup dalam terang berarti menolak pola hidup lama: hawa nafsu, iri hati, kemalasan, dan kesombongan.
- c. Terang Kristus mengubahkan gaya hidup — Dalam pekerjaan, rumah tangga, atau pelayanan, Kristus harus terlihat melalui perkataan, tindakan, dan integritas kita.
Ayat paralel: Galatia 3:27 – “Sebab kamu semua yang dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus.”
Penutup:
Saudara-saudara, berjalan dalam terang Tuhan bukan sekadar menghindari dosa, tetapi hidup dengan kesadaran bahwa Kristus adalah terang kehidupan kita. Advent memanggil kita untuk bangun, berjaga, dan hidup kudus. Mari kenakan Kristus hari ini — biarlah terang-Nya bersinar dalam setiap langkah kita, agar dunia melihat kemuliaan-Nya melalui hidup kita.
Seruan Respons Jemaat: “Tuhan, jadikan aku anak terang-Mu, yang hidup dalam kasih dan kebenaran-Mu setiap hari.”
Pantun Penutup:
Mentari pagi menembus kabut,
Gelap sirna, terang menuntun;
Berjalanlah dalam kasih yang kudus,
Kristus terangmu, sumber pengharapan yang tekun.