DI DALAM DIA KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL

Khotbah Untuk : 18 Jan 2026
🏷Khotbah 2 Setelah Epipanias
Nats: 1 Korintus 1:4–9
👁 45x dibaca
belum ada rating

I. PEMBUKAAN KHOTBAH (ICE BREAKER)

Pernahkah kita merasa hidup ini serba kekurangan, padahal kita sudah percaya kepada Kristus? Banyak orang Kristen rajin beribadah, aktif melayani, tetapi tetap hidup dengan mental miskin—miskin pengharapan, miskin sukacita, miskin keyakinan iman.

Pertanyaan retoris untuk kita hari ini: Apakah kita benar-benar miskin, atau kita lupa bahwa di dalam Kristus kita sebenarnya sangat kaya?

Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat Korintus—jemaat yang kaya secara materi, tetapi miskin secara rohani. Namun Paulus mengingatkan satu kebenaran besar: segala kekayaan sejati hanya ditemukan di dalam Kristus.


LATAR BELAKANG TEKS

Jemaat Korintus hidup di kota kosmopolitan, pusat perdagangan dan filsafat Yunani. Mereka kaya, cerdas, berbakat, tetapi terpecah, sombong, dan duniawi. Paulus membuka suratnya bukan dengan teguran keras, melainkan dengan ucapan syukur—bukan karena jemaat itu hebat, tetapi karena kasih karunia Allah di dalam Kristus.


POIN I: KAYA OLEH KASIH KARUNIA ALLAH (ayat 4)

“Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadamu dalam Kristus Yesus.”

Subpoin 1: Kekayaan Itu Bersumber dari Kasih Karunia

Kata Yunani charis berarti pemberian cuma-cuma yang tidak layak diterima. Kekayaan rohani kita bukan hasil kerja keras iman, tetapi hasil anugerah Allah.

Subpoin 2: Kekayaan Itu Ada “Di Dalam Kristus”

Frasa en Christō Iēsou menegaskan posisi, bukan perasaan. Kita kaya bukan karena situasi hidup, tetapi karena posisi kita di dalam Kristus.

Subpoin 3: Ucapan Syukur Mendahului Teguran

Paulus mengajarkan bahwa identitas kita di dalam anugerah harus lebih dulu ditegaskan sebelum koreksi diberikan.

Ayat Paralel: Efesus 1:3 – “Diberkati dengan segala berkat rohani di dalam Kristus.”

Transisi: Jika kasih karunia membuat kita kaya secara posisi, bagaimana kekayaan itu dinyatakan dalam kehidupan nyata?


POIN II: KAYA DALAM PERKATAAN DAN PENGETAHUAN (ayat 5–7)

“Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala perkataan dan segala pengetahuan.”

Subpoin 1: Kaya dalam Perkataan (Logos)

Logos bukan sekadar kemampuan bicara, tetapi kemampuan menyatakan kebenaran Allah. Ini berbicara tentang kesaksian hidup dan keberanian iman.

Subpoin 2: Kaya dalam Pengetahuan (Gnosis)

Gnosis menunjuk pada pengenalan rohani yang benar, bukan intelektualisme kosong. Pengetahuan yang membawa transformasi hidup.

Subpoin 3: Tidak Kekurangan dalam Karunia

Kata hysteroumenoi berarti “tidak tertinggal, tidak defisit.” Jemaat Tuhan tidak kekurangan sumber daya rohani untuk hidup dan melayani.

Ayat Paralel: Kolose 2:3 – “Di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.”

Transisi: Kekayaan rohani bukan hanya untuk saat ini, tetapi menjamin masa depan kita.


POIN III: KAYA DALAM JAMINAN KESETIAAN ALLAH (ayat 8–9)

“Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kesudahannya, sehingga kamu tidak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.”

Subpoin 1: Allah yang Meneguhkan

Kata bebaiosei berarti mengokohkan, mengikat secara hukum. Keselamatan kita aman karena Allah setia.

Subpoin 2: Pengharapan Eskatologis

Hari Tuhan menunjuk pada kedatangan Kristus yang kedua. Kekayaan sejati berujung pada kemuliaan kekal.

Subpoin 3: Kesetiaan Allah Adalah Dasar Iman

Bukan kesetiaan kita yang memelihara keselamatan, tetapi kesetiaan Allah.

Ayat Paralel: Filipi 1:6 – “Ia yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.”


APLIKASI PRAKTIS JEMAAT

  • Pegawai/Karyawan: Bekerja dengan integritas karena identitas kaya di dalam Kristus.
  • Pedagang: Tidak curang karena percaya Tuhan mencukupi.
  • Pemuda: Tidak minder, sebab nilai diri bukan dari media sosial.
  • Orang Tua: Mendidik anak dengan warisan iman, bukan hanya harta.

PENUTUP KHOTBAH (SERUAN)

Hari ini Tuhan memanggil kita untuk berhenti hidup sebagai orang miskin rohani, padahal kita adalah ahli waris Kerajaan Surga.

Mari hidup sesuai identitas kita: kaya oleh kasih karunia, kaya dalam kebenaran, dan kaya dalam pengharapan.

PENUTUP PUITIS & PANTUN

Di dalam Kristus harta sejati tersimpan,
Tak lapuk oleh waktu, tak goyah oleh zaman.

Pergi ke ladang memetik delima,
Jangan lupa membawa pelita;
Di dalam Kristus kita sungguh kaya,
Hidup diberkati kini dan selamanya.