The Final Judgment

23 Nov 2025 — St. Jesri HT Purba & AI
Sermon

Scripture: Revelation 20:11–15


Introduction / Ice Breaker:

Imagine a heavenly courtroom — not on earth, but before the great white throne. Every person, great and small, stands before God. No excuses, no hiding. What if that day came tomorrow? Are we ready to stand before the Judge of all?


Background:

The Book of Revelation was written by John during his exile on Patmos. In chapter 20, he witnesses the climax of all history — the moment when God judges humanity before the “great white throne,” symbolizing His perfect holiness and justice. No one escapes; even death and Hades give up their dead.


POINT 1: THE GREAT WHITE THRONE REVEALS GOD’S HOLINESS AND JUSTICE (v.11)

The “great white throne” (thronos leukos megas) represents purity and authority. God’s holiness allows no sin to stand in His presence.

  1. His holiness is unchanging. – Sin cannot stand before His eyes (Habakkuk 1:13).
  2. His justice is impartial. – No favoritism or corruption in His court (Romans 2:6–11).
  3. His presence shakes creation. – Heaven and earth flee from His face (v.11b).

Cross Reference: Psalm 9:8 – “He judges the world in righteousness; He governs the peoples with justice.”


POINT 2: ALL PEOPLE ARE JUDGED ACCORDING TO THEIR WORKS (vv.12–13)

“The dead, small and great, stood before God.” The books were opened, including the “Book of Life” (biblion tēs zōēs).

  1. Every deed is recorded. – Nothing escapes His sight (Matthew 12:36).
  2. All stand equal before God. – Both rich and poor face the same Judge (2 Corinthians 5:10).
  3. The Book of Life determines destiny. – Only those written in it shall live forever.

Cross Reference: Daniel 7:10 – “The court sat in judgment, and the books were opened.”


POINT 3: THE LAKE OF FIRE – THE FINAL DESTINY OF THE UNREPENTANT (vv.14–15)

Death and Hades are cast into the lake of fire — the second death. This is not symbolic only, but a divine reality of eternal separation from God.

  1. Death itself is defeated. – The last enemy is destroyed (1 Corinthians 15:26).
  2. God desires none to perish. – But rejection of grace leads to judgment (2 Peter 3:9).
  3. Only Christ saves from that judgment. – In Him is eternal life (John 5:24).

Cross Reference: Matthew 25:46 – “Then they will go away to eternal punishment, but the righteous to eternal life.”


Conclusion:

The final judgment is not a myth but a divine certainty. Yet for those in Christ, there is no condemnation. Let us live holy and faithful lives, keeping our names written in the Book of Life.

Closing Poem:
When night turns into morning bright,
Darkness fades before His light,
Live in truth with heart made free,
To dwell with God eternally.

Addendum Notes
24 Nov 2025 (WIB)
ID fallback

Pertanyaannya sangat bagus dan penting:
“Selain Takhta Putih, apakah ada jenis pengadilan Tuhan yang lain? Dan bagaimana hubungan semuanya?”

Jawabannya YA, Alkitab memang menunjukkan bahwa ada lebih dari satu bentuk pengadilan atau judgement seat Tuhan, dan masing-masing punya fungsi, waktu, dan subjek (siapa yang diadili) yang berbeda.

Berikut penjelasan paling jelas dan lengkap.

 

⚖️ 1. Pengadilan Takhta Putih (Great White Throne Judgment)

📍 Wahyu 20:11–15
🎯Untuk siapa?

  • semua orang yang tidak diselamatkan,
  • orang yang tidak namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan.

🎯 Tujuannya:

  • penghakiman terakhir bagi mereka yang menolak Kristus.
  • menentukan “kematian kedua”—pemisahan kekal dari Allah.

🎯 Waktunya:

  • setelah Kerajaan Seribu Tahun (Millenium).
  • setelah kebangkitan orang mati yang tidak percaya.

👉 Fokus:
Keadilan Allah — berdasarkan kitab-kitab (perbuatan manusia).

 

⚖️ 2. Pengadilan Kursi Kristus — Bema Seat Judgment

📍 2 Korintus 5:10, Roma 14:10, 1 Korintus 3:12–15
🎯Untuk siapa?

  • orang percaya / orang yang telah diselamatkan
  • mereka yang namanya sudah tertulis dalam Kitab Kehidupan

🎯 Tujuannya:
Bukan untuk menentukan masuk surga atau tidak,
tetapi untuk menilai:

  • kesetiaan,
  • pelayanan,
  • motivasi,
  • penggunaan waktu,
  • penggunaan talenta,
  • karakter,
  • perbuatan yang dilakukan dalam iman.

🎯 Hasilnya:

  • upah (crown, reward)
  • atau kehilangan upah (tetapi tetap selamat)

“Ia akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”
1 Korintus 3:15

🎯 Waktunya:

  • Sesudah pengangkatan gereja
  • sebelum Perjamuan Kawin Anak Domba

👉 Fokus:
Penghargaan, bukan penghukuman.
Reward, bukan vonis.

 

⚖️ 3. Pengadilan Bangsa-bangsa — Sheep & Goats Judgment

📍 Matius 25:31–46
🎯Untuk siapa?

  • bangsa-bangsa hidup yang masih ada setelah masa Kesusahan Besar (Tribulation).

🎯 Tujuannya:
Menentukan siapa yang:

  • layak masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun
  • ditolak karena menolak anak-anak Tuhan

Yang disebut:

  • Domba → orang benar → masuk kerajaan
  • Kambing → orang jahat → masuk hukuman

🎯 Dasar penilaian:
Bagaimana mereka memperlakukan umat Tuhan selama masa penderitaan.

👉 Fokus:
Kebenaran praktis dan sikap hati terhadap umat Allah.

 

⚖️ 4. Pengadilan Israel

📍 Yehezkiel 20:34–38
🎯Untuk siapa?

  • Bangsa Israel (secara etnis)

🎯 Tujuannya:

  • memisahkan yang setia dari yang murtad
  • memurnikan umat pilihan
  • memulihkan Israel untuk masuk ke masa Kerajaan Mesianik

👉 Fokus:
Pemulihan Israel sebagai umat perjanjian.

 

⭐ JADI, ADA 4 JENIS PENGADILAN UTAMA

PengadilanUntuk SiapaTujuanWaktu
Takhta Putih BesarOrang tidak percayaHukuman kekalSetelah Millenium
Kursi Kristus (Bema)Orang percayaReward & evaluasi pelayananSetelah pengangkatan
Sheep & Goats (Bangsa-bangsa)Bangsa-bangsa hidupMenentukan masuk KerajaanSetelah Tribulation
Pengadilan IsraelBangsa IsraelPemurnian & pemulihanMenjelang Kerajaan

Semua pengadilan itu koheren, teratur, tidak bertabrakan.

 

🔗 HUBUNGAN ANTARA SEMUA PENGADILAN INI

1. Allah adil kepada orang percaya dan tidak percaya

  • Orang percaya → pengadilan reward, bukan penghukuman.
  • Orang tidak percaya → pengadilan pembuktian keadilan.

2. Semua pengadilan menunjukkan kesatuan rencana Allah

  • Israel dihakimi sebagai umat pilihan (Yehezkiel 20).
  • Bangsa-bangsa dihakimi berdasarkan respons mereka terhadap umat Tuhan (Mat 25).
  • Gereja dihakimi di Kursi Kristus untuk menerima upah (2 Kor 5).
  • Dunia yang menolak Tuhan dihakimi di Takhta Putih (Why 20).

3. Tidak ada yang berbenturan

Sifatnya berurutan dan setiap pengadilan melayani tujuan berbeda:

  • Penyaringan,
  • Pemurnian,
  • Penghargaan,
  • Penghakiman final.

4. Semua bermuara pada satu hal:

Allah memulihkan seluruh ciptaan di bawah pemerintahan Kristus.

 

🎯 Sederhananya:

  • Orang percaya → dihakimi untuk upah (reward).
  • Orang tidak percaya → dihakimi untuk hukuman (takhta putih).
  • Bangsa-bangsa → dihakimi untuk masuk kerajaan atau tidak.
  • Israel → dihakimi untuk pemulihan dan kemurnian.

 

🌿 Aplikasi bagi kita hari ini

1. Tak perlu takut penghakiman akhir kalau hidup dalam Kristus

Karena kita tidak triadli di Takhta Putih.

2. Hidup kita dinilai untuk reward

Pelayanan kecil pun bernilai kekal.

3. Jangan sia-siakan hidup

Hidup ini adalah “magang kekekalan”.

4. Ingat: setiap orang yang kita temui akan melintasi pengadilan Allah

Ini memberi dorongan untuk bersaksi dan mengasihi.