Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita

Khotbah Untuk : 31 Dec 2025
🏷Bacaan Malam Akhir Tahun
Nats: 1 Samuel 7:2-14
👁 50x dibaca
belum ada rating

Pembukaan Khotbah

Jemaat yang dikasihi Tuhan, pernahkah kita merasa bahwa hidup rohani kita berjalan di tempat? Sudah lama beribadah, sudah sering berdoa, namun hati terasa kering, iman terasa lemah, dan masalah datang silih berganti.

Ice breaker: Mengapa bangsa yang disebut umat pilihan Allah bisa hidup selama puluhan tahun tanpa kemenangan rohani?

Kitab 1 Samuel 7 membawa kita pada satu titik penting dalam sejarah Israel: masa pemulihan rohani setelah panjangnya masa kekalahan. Di sanalah kita belajar bahwa kasih karunia Tuhan bukan hanya memulihkan, tetapi juga menyertai umat-Nya sampai kepada kemenangan yang nyata.

Latar Belakang Teks

Pasal ini terjadi setelah tabut Tuhan dikembalikan oleh orang Filistin. Selama dua puluh tahun (ay. 2), bangsa Israel hidup tanpa arah rohani yang jelas. Mereka masih umat Tuhan, tetapi hati mereka terbagi: menyembah Tuhan sekaligus berhala. Allah memakai Samuel sebagai nabi, imam, dan pemimpin rohani untuk memanggil bangsa itu kembali kepada Tuhan. Perikop ini menunjukkan proses pemulihan: dari pertobatan, doa, peperangan, sampai peringatan akan kasih karunia Allah yang setia.


Poin I – Kasih Karunia Tuhan Memanggil Kita Kembali kepada Pertobatan

“…segenap kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.” (ay. 2)

Transisi: Kasih karunia selalu bekerja lebih dahulu sebelum kemenangan terjadi.

  • Kerinduan rohani lahir dari kesadaran akan kekosongan
    Kata “mengeluh” menunjukkan ratapan batin yang dalam. Mereka sadar bahwa hidup tanpa hadirat Tuhan adalah hidup yang hampa.
    Ayat paralel: Mazmur 42:2 – “Jiwaku haus kepada Allah…”
  • Pertobatan menuntut keputusan tegas
    Samuel berkata, “Jauhkanlah para Baal dan Asytoret.” Ini bukan sekadar penyesalan, tetapi pemutusan hubungan dengan dosa.
    Dalam bahasa Ibrani, kata shuv (kembali) berarti berbalik arah secara total.
  • Kasih karunia memberi kesempatan baru
    Allah tidak menolak Israel meski mereka gagal selama puluhan tahun.
    Ilustrasi: Seperti ayah yang menunggu anaknya pulang, Tuhan membuka pintu pertobatan bagi umat-Nya.

Aplikasi: Bagi PNS: bertobat dari kompromi kecil dalam integritas. Bagi karyawan: meninggalkan kepahitan dan kemalasan. Bagi pedagang: meninggalkan ketidakjujuran. Bagi pemuda: menjauh dari berhala modern. Bagi orang tua: bertobat dari kekerasan kata dan sikap.


Poin II – Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita dalam Doa dan Peperangan Hidup

“Samuel berseru kepada TUHAN untuk orang Israel, dan TUHAN menjawab dia.” (ay. 9)

Transisi: Pertobatan sejati membawa kita masuk ke dalam persekutuan doa yang bergantung penuh pada Tuhan.

  • Doa sebagai ekspresi ketergantungan total
    Korban domba yang dipersembahkan melambangkan penyerahan hidup sepenuhnya.
    Ayat paralel: Mazmur 34:18 – Tuhan dekat kepada orang yang berseru kepada-Nya.
  • Tuhan sendiri yang berperang bagi umat-Nya
    Ayat 10 mencatat bahwa Tuhan menggunturkan suara-Nya. Ini menunjukkan kuasa ilahi yang tidak dapat ditandingi musuh.
  • Kasih karunia mengubah ketakutan menjadi keberanian
    Bangsa Israel yang sebelumnya gentar kini bangkit mengejar musuh.
    Ilustrasi: Seperti seorang prajurit yang berani maju karena tahu komandannya ada di depan.

Aplikasi: Jangan hadapi konflik rumah tangga, tekanan kerja, dan pergumulan masa depan tanpa doa. Kasih karunia Tuhan nyata ketika kita berseru kepada-Nya.


Poin III – Kasih Karunia Tuhan Layak Diingat dan Diberitakan

“Sampai di sini TUHAN menolong kita.” (ay. 12)

Transisi: Kemenangan sejati harus diakhiri dengan penyembahan dan peringatan akan anugerah Tuhan.

  • Ebenezer sebagai tanda kasih karunia
    Kata Ibrani Ebhen-ha’ezer berarti “batu pertolongan.” Ini menegaskan bahwa semua keberhasilan berasal dari Tuhan.
  • Kasih karunia Tuhan bersifat berkelanjutan
    “Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel.” Penyertaan Tuhan tidak sesaat.
    Ayat paralel: Ratapan 3:22–23 – kasih setia Tuhan tidak berkesudahan.
  • Kesaksian menjaga iman generasi berikutnya
    Monumen rohani menolong umat mengingat siapa sumber kemenangan mereka.
    Ilustrasi: Seperti foto keluarga yang mengingatkan perjalanan panjang penuh kasih.

Aplikasi: Bangun “Ebenezer rohani” dalam hidup: catatan doa, kesaksian keluarga, dan pengakuan iman.


Penutup Khotbah – Seruan Respons Jemaat

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kasih karunia Tuhan bukan hanya memanggil kita kembali, tetapi menyertai kita dalam doa, peperangan, dan kemenangan. Mari kita kembali kepada Tuhan dengan segenap hati, hidup dalam doa, dan mengingat segala pertolongan-Nya.

Pantun Penutup:
Pergi ke ladang menanam padi,
Tak lupa air menyubur tanah.
Kasih karunia Tuhan menyertai kami,
Dari awal hidup sampai akhir langkah.