Memperkenalkan Perbuatan TUHAN

Khotbah Untuk : 28 Dec 2025
🏷Bacaan Setelah Natal
Nats: Roma 16:17–20
👁 52x dibaca
belum ada rating

Pembukaan Khotbah

Ice Breaker: Di zaman media sosial, hoaks sering kali lebih cepat tersebar daripada kebenaran. Banyak orang tertipu bukan karena kebohongan itu canggih, tetapi karena kurang waspada.

Pertanyaan Retoris: Jika dalam kehidupan sosial kita perlu waspada terhadap informasi palsu, mengapa dalam kehidupan rohani kita sering lengah terhadap ajaran yang menyesatkan?

Roma 16:17–20 mengajarkan bahwa memperkenalkan perbuatan TUHAN bukan hanya lewat kata-kata indah, tetapi juga lewat kehidupan yang menjaga kemurnian ajaran, kesetiaan kepada Injil, dan kemenangan rohani atas kuasa kegelapan. Kesaksian gereja menjadi kuat ketika umat Tuhan hidup dalam kebenaran dan kewaspadaan.

Latar Belakang Teks

Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 57 M dari Korintus. Pasal 16 merupakan penutup surat yang bersifat sangat pastoral. Paulus memperingatkan jemaat Roma terhadap orang-orang yang menimbulkan perpecahan dan mengajarkan doktrin yang menyimpang. Dalam konteks ini, perbuatan TUHAN diperkenalkan melalui dua hal: perlindungan Allah atas jemaat-Nya dan kemenangan Allah atas Iblis. Ayat 17–20 menjadi penegasan bahwa Allah yang damai adalah Allah yang bertindak.

Poin I – Mengenali dan Menjauhi Pengacau Iman (ayat 17)

Transisi: Untuk memperkenalkan perbuatan TUHAN dengan benar, jemaat harus terlebih dahulu memiliki kepekaan rohani.

1. Waspada terhadap Perpecahan

Kata “waspadalah” berasal dari Yunani skopeō (σκοπέω), artinya mengamati dengan seksama dan terus-menerus. Ini bukan sikap curiga, tetapi kewaspadaan rohani.

Ayat Paralel: Kisah Para Rasul 20:29–30 – Paulus memperingatkan tentang serigala yang masuk ke tengah kawanan.

2. Ukuran Kebenaran: Ajaran yang Telah Kamu Terima

Standar kebenaran bukan pengalaman pribadi, tetapi Injil yang apostolik. Ajaran yang menyimpang, meskipun terdengar rohani, merusak kesaksian tentang perbuatan TUHAN.

3. Sikap Tegas: Jauhilah Mereka

“Jauhilah” (ekklinō) berarti berpaling secara sadar. Kasih tidak berarti kompromi terhadap kebenaran.

Aplikasi:
• PNS: tegas menolak praktik tidak benar.
• Karyawan: tidak ikut arus budaya kerja yang curang.
• Pedagang: menolak keuntungan dari kebohongan.
• Pemuda: selektif terhadap konten rohani di media.
• Orang tua: mengawasi ajaran yang masuk ke keluarga.

Ilustrasi: Seperti penjaga mercusuar yang tetap berjaga di malam gelap, demikianlah gereja menjaga iman agar kapal kehidupan tidak karam.

Poin II – Memperkenalkan Perbuatan TUHAN lewat Ketaatan yang Murni (ayat 18–19)

Transisi: Setelah mengetahui apa yang harus dihindari, Paulus mengarahkan jemaat kepada cara hidup yang memuliakan Tuhan.

1. Motif yang Salah Tidak Memuliakan Tuhan

Paulus menegaskan bahwa pengacau iman “tidak melayani Kristus, tetapi perut mereka sendiri.” Ini adalah teologi egoisme.

Ayat Paralel: Filipi 3:19 – “Tuhan mereka ialah perut mereka.” Intinya: hidup yang berpusat pada diri menutupi karya Tuhan.

2. Ketaatan yang Tersohor

Ayat 19 menyebutkan bahwa ketaatan jemaat Roma “terkenal kepada semua orang.” Kata “ketaatan” (hypakoē) berarti mendengar dan menundukkan diri.

3. Bijaksana dalam Kebaikan, Tulus terhadap Kejahatan

Paulus mengajarkan keseimbangan rohani: cerdas dalam kebaikan dan polos terhadap kejahatan.

Aplikasi:
• Pekerja: bekerja dengan etika Kristiani.
• Pemuda: berani hidup berbeda.
• Orang tua: mendidik anak dalam ketaatan.

Ilustrasi: Seperti air jernih yang memantulkan cahaya matahari, hidup yang taat memantulkan perbuatan TUHAN.

Poin III – Memperkenalkan Allah yang Memberi Kemenangan (ayat 20)

Transisi: Puncak kesaksian iman adalah pengenalan akan Allah yang berkuasa penuh.

1. Allah Sumber Damai

“Allah sumber damai sejahtera” menunjukkan karakter Allah yang utuh (eirēnē): damai yang memulihkan.

Ayat Paralel: Yohanes 16:33 – Di dalam Kristus ada damai meski ada tekanan.

2. Kemenangan atas Iblis

Kata “meremukkan” (syntribō) berarti menghancurkan total. Ini menggemakan Kejadian 3:15.

3. Melalui Kasih Karunia Kristus

Kemenangan bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah Tuhan Yesus.

Aplikasi: Jemaat hidup dengan keyakinan bahwa kuasa jahat tidak memiliki kata akhir.

Penutup Khotbah

Memperkenalkan perbuatan TUHAN bukan hanya soal berbicara, tetapi hidup dalam kewaspadaan, ketaatan, dan keyakinan akan kemenangan Allah.

Seruan Respons: Mari jemaat berdiri dan berkata: “Aku akan hidup waspada, taat, dan menang di dalam Kristus!”

Ke taman pagi memetik melati,
Harumnya lembut menyapa sukma;
Hidup waspada, taat sejati,
Perbuatan Tuhan nyata bersama kita.