Menghargai Semua Talenta

Khotbah Untuk : 23 Nov 2025
🏷Remaja Akhir Tahun Gerejawi
Nats: Efesus 4:11–16
👁 142x dibaca
belum ada rating

Pendahuluan (Ice Breaker)

Bayangkan kalau di tim sepak bola, semua pemain ingin jadi penyerang. Siapa yang akan bertahan? Siapa yang jaga gawang? 🤔
Tanya remaja: "Kalau di gereja semua mau jadi worship leader, siapa yang mau jaga sound system atau menyambut jemaat?"
Terkadang kita berpikir talenta kita kecil, padahal Tuhan melihat semua talenta bernilai besar!

Latar Belakang Teks

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus saat ia dipenjara di Roma. Paulus menulis kepada jemaat Efesus untuk mengingatkan mereka agar hidup dalam kesatuan tubuh Kristus dan menggunakan karunia rohani (talenta) untuk membangun tubuh itu. Pasal 4 menekankan bahwa setiap orang memiliki bagian dan fungsi dalam tubuh Kristus — tidak ada yang lebih penting atau lebih rendah.

Poin 1: Tuhan yang Memberi Talenta (ayat 11)

"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil maupun gembala dan pengajar."
Kata “memberikan” (Yunani: edōken) artinya karunia yang diberikan dengan tujuan tertentu.
Setiap talenta kita bukan kebetulan — Tuhan punya maksud agar kita berfungsi bagi tubuh Kristus.

Ayat Pendukung: 1 Korintus 12:4-6 – "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh...".
👉 Talenta berbeda, tapi sumbernya satu, yaitu Roh Kudus.

Transisi: Kalau Tuhan yang memberi, maka tugas kita bukan membandingkan, tapi memakai dengan setia.

Poin 2: Talenta Kita Dipakai untuk Membangun (ayat 12-13)

Tujuannya jelas: “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan”.
Kata Yunani katartismos berarti melengkapi atau mempersiapkan sesuatu agar berfungsi sempurna.
Tuhan ingin setiap remaja menjadi bagian dari pelayanan — bukan hanya penonton.

Ayat Pendukung: Roma 12:6-8 – Paulus menyebut karunia yang berbeda-beda (mengajar, melayani, memberi, menasihati). Semua berguna bagi gereja.
👉 Jadi, apa pun talenta kita, gunakan untuk membuat tubuh Kristus kuat!

Aktivitas Kelompok: Bagi remaja menjadi kelompok kecil. Tiap kelompok tulis dan ceritakan satu talenta yang mereka punya, lalu bagaimana mereka bisa pakai itu di gereja atau sekolah. (Misal: pandai desain, bisa bantu buat poster acara gereja; suka menulis, bisa bantu renungan remaja).

Poin 3: Bertumbuh Bersama dalam Kasih (ayat 15-16)

Paulus menulis, "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus..."
Kata “bertumbuh” (Yunani: auxanō) berarti pertumbuhan yang terus menerus.
Tuhan ingin kita berkembang — bukan berhenti hanya tahu talenta, tapi menggunakannya dengan kasih.

Ayat Pendukung: 1 Petrus 4:10 – "Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang."
👉 Talenta dipakai bukan untuk pamer, tapi untuk melayani.

Transisi ke penutup: Kalau setiap remaja pakai talentanya dengan kasih, gereja akan seperti tubuh yang sehat dan kuat.

Ilustrasi Rohani Pendek

Ada seorang anak yang suka memperbaiki barang rusak. Semua temannya pikir itu bukan bakat rohani. Tapi suatu hari, sound system gereja rusak sebelum ibadah. Anak itu memperbaikinya, dan ibadah berjalan lancar. Saat itu semua menyadari — talenta teknis pun bisa jadi alat pelayanan Tuhan!

Penutup

Tanya remaja: “Apakah kamu sudah tahu talentamu? Sudahkah kamu pakai untuk Tuhan?”
Seruan: Jangan tunggu sempurna baru melayani. Tuhan tidak mencari yang paling berbakat, tapi yang mau setia memakai apa yang ada.
Ajak remaja menuliskan satu hal nyata minggu ini untuk melayani sesuai talentanya.

Doa Penutup:

“Tuhan, terima kasih Engkau sudah memberi kami talenta. Ajarlah kami menghargai dan memakai semuanya untuk kemuliaan-Mu. Amin.”