Mengikut Yesus Walau Harus Menderita
Anak-anak, siapa yang pernah ikut lomba lari? Ketika kita ikut lomba, kadang kita capek, kaki terasa sakit, bahkan ingin berhenti. Tetapi kalau kita terus berlari sampai garis akhir, kita akan merasa sangat bangga!
Yesus berkata bahwa mengikuti Dia juga seperti perjalanan yang tidak selalu mudah. Kadang ada kesulitan, tetapi ada sukacita besar ketika kita tetap setia kepada-Nya.
Pertanyaan:
- Apakah mengikuti Yesus selalu mudah?
- Apakah kita tetap mau mengikuti Yesus walaupun sulit?
Latar Belakang Teks
Peristiwa ini terjadi ketika Yesus sedang berjalan menuju Yerusalem. Di sana Yesus tahu bahwa Ia akan disalibkan. Yesus sudah memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita, ditolak, dan mati.
Namun murid-murid belum mengerti sepenuhnya. Bahkan Yakobus dan Yohanes masih memikirkan posisi kemuliaan dalam kerajaan Allah. Yesus kemudian mengajarkan bahwa kebesaran dalam kerajaan Allah bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang pelayanan.
I. Mengikut Yesus Berarti Siap Menghadapi Kesulitan
Dalam Markus 10:33-34 Yesus berkata bahwa Ia akan diserahkan, dihina, disiksa dan dibunuh. Kata Yunani untuk “menyerahkan” adalah paradidōmi yang berarti diserahkan kepada penderitaan.
Yesus tidak menyembunyikan kenyataan bahwa jalan salib adalah jalan pengorbanan.
Pesan penting:- Mengikut Yesus bukan hanya saat senang.
- Mengikut Yesus juga berarti setia saat sulit.
- Kesetiaan kepada Tuhan lebih penting daripada kenyamanan.
Ayat Paralel:
- Lukas 9:23 – “Setiap orang yang mau mengikut Aku harus memikul salibnya.”
- 2 Timotius 3:12 – Orang yang hidup saleh akan mengalami tantangan.
Transisi: Tetapi Yesus kemudian menjelaskan bahwa penderitaan bukan tujuan utama. Ada sesuatu yang lebih penting dalam mengikuti Dia.
II. Mengikut Yesus Berarti Belajar Rendah Hati
Yakobus dan Yohanes ingin duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan. Mereka berpikir tentang kehormatan dan kedudukan.
Namun Yesus menjawab dengan pertanyaan: “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”
Kata Yunani potērion (cawan) sering melambangkan penderitaan atau tugas yang diberikan Allah.
Pelajaran:- Mengikut Yesus bukan mencari kemuliaan diri.
- Kita belajar rendah hati.
- Kita mau melakukan kehendak Tuhan.
Ayat Paralel:
- Filipi 2:5-8 – Yesus merendahkan diri dan taat sampai mati.
- Amsal 22:4 – Upah kerendahan hati adalah kehidupan.
Transisi: Setelah itu Yesus memberikan ajaran yang sangat penting tentang arti kebesaran sejati.
III. Mengikut Yesus Berarti Mau Melayani
Yesus berkata dalam Markus 10:43: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan.”
Kata Yunani untuk pelayan adalah diakonos, artinya seseorang yang melayani kebutuhan orang lain.
Yesus sendiri memberikan contoh dalam ayat 45: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.”
Makna teologis:- Yesus adalah teladan pelayanan.
- Kebesaran dalam kerajaan Allah diukur dari kasih dan pelayanan.
- Pengorbanan Yesus di salib adalah pelayanan terbesar.
Ayat Paralel:
- Yohanes 13:14 – Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya.
- Galatia 5:13 – Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Ilustrasi Rohani
Ada seorang anak yang selalu membantu ibunya mencuci piring. Teman-temannya berkata, “Kenapa kamu melakukan pekerjaan itu? Itu kan capek!”
Anak itu menjawab, “Aku melakukan ini karena aku mengasihi keluargaku.”
Melakukan sesuatu karena kasih membuat pekerjaan berat terasa ringan. Begitu juga ketika kita mengikuti Yesus.
Aplikasi Berdasarkan Usia
1. Anak Balita (1–5 tahun)
Aplikasi:
- Belajar berbagi mainan.
- Mau menolong orang tua.
- Belajar berkata “terima kasih” dan “tolong”.
Aktivitas:
- Permainan “menolong teman” – anak-anak saling membantu mengambil mainan.
- Bernyanyi lagu tentang kasih Yesus.
2. Anak Kecil (6–10 tahun)
Aplikasi:
- Mau membantu di rumah.
- Tidak egois dengan teman.
- Tetap berdoa ketika menghadapi masalah.
Aktivitas:
- Game kelompok: “rantai pelayanan” – setiap anak melakukan satu tindakan kebaikan.
- Membuat gambar Yesus melayani orang.
3. Anak Besar (11–15 tahun)
Aplikasi:
- Tidak malu menunjukkan iman.
- Belajar melayani di gereja.
- Menjadi contoh yang baik bagi teman.
Aktivitas:
- Diskusi kelompok: bagaimana melayani di sekolah.
- Membuat proyek pelayanan kecil bersama.
Penutup
Anak-anak, mengikuti Yesus bukan hanya tentang mukjizat dan sukacita. Kadang ada kesulitan, tetapi Yesus mengajar kita untuk tetap setia, rendah hati, dan melayani.
Pertanyaan refleksi:
- Apakah kita mau tetap mengikuti Yesus?
- Apakah kita mau melayani seperti Yesus?
Seruan:
Mari kita berkata bersama: “Tuhan Yesus, aku mau mengikuti Engkau dan belajar melayani.”
Pantun Penutup:
Pergi ke taman memetik melati,
Melati harum di pagi hari.
Ikut Yesus dengan rendah hati,
Belajar melayani setiap hari.