Tuhan Beserta Kita

Khotbah Untuk : 14 Dec 2025
🏷S. Minggu Advent III
Nats: Matius 1:18–23
👁 34x dibaca
belum ada rating

Pembukaan (Ice Breaker)

Tunjukkan sebuah lampu kecil. Lalu matikan lampunya dan bertanya: “Adik-adik, apa yang terasa kalau lampunya mati? Gelap, ya? Sekarang kalau lampunya dinyalakan lagi, bagaimana perasaan kalian?” Lalu sambung: “Hari ini kita belajar bahwa Tuhan Yesus datang supaya kita tidak berjalan dalam kegelapan. Dia Imanuel—Tuhan beserta kita!”

Latar Belakang Teks

Matius menulis kepada orang Yahudi untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Pada pasal 1, kelahiran Yesus terjadi bukan melalui cara manusia, melainkan melalui Roh Kudus. Ini menegaskan kekudusan-Nya. Ayat 23 mengutip nubuat Yesaya 7:14 tentang kelahiran dari perawan dan nama Imanuel.

Makna Penting Kata Asli

  • “Mengandung dari Roh Kudus” (Yunani: ek pneumatos hagiou) — berasal dari karya Roh Kudus yang kudus, tanpa dosa.
  • “Perawan” (Yunani: parthenos) — seorang perempuan yang murni, belum bersuami. Menegaskan kekudusan rencana Allah.
  • “Imanuel” (Ibrani: Immanuel) — berarti “Allah beserta kita”. Bukan hanya nama, tetapi identitas Yesus.

Poin Khotbah

I. Allah Hadir Karena Ia Kudus (Ay. 18–19)

Maria mengandung bukan karena dosa manusia, tetapi karena Roh Kudus. Kehadiran Yesus berawal dari kekudusan. Yusuf disebut “orang benar”—Yunani: dikaios, artinya orang yang hidup sesuai kehendak Allah. Tuhan beserta kita selalu berjalan bersama kekudusan.

Transisi: Jika Yesus datang dengan cara kudus, lalu apa yang Ia lakukan bagi kita?

II. Allah Hadir Untuk Menyelamatkan (Ay. 20–21)

Nama “Yesus” (Ibrani: Yeshua) berarti “Tuhan menyelamatkan.” Tuhan beserta kita bukan hanya menemani, tetapi menolong kita keluar dari dosa. Ini mengajar anak-anak bahwa kehadiran Tuhan berarti pertolongan dan pemulihan.

Transisi: Bagaimana kita yakin bahwa Tuhan selalu bersama kita?

III. Allah Hadir Untuk Tinggal Bersama Kita (Ay. 22–23)

Matius mengutip Yesaya, menegaskan bahwa sejak dulu Allah berjanji untuk hadir di tengah manusia. Kekudusan Tuhan tidak membuat-Nya jauh, tetapi justru membuat-Nya mau tinggal di tengah manusia. Kita pun dipanggil hidup kudus agar mencerminkan kehadiran Kristus.

Ayat Paralel

  • Yesaya 7:14 — Nubuat tentang perawan mengandung Imanuel.
  • Yohanes 1:14 — Firman menjadi manusia dan tinggal di antara kita.
  • 1 Petrus 1:15–16 — “Kuduslah kamu sebab Aku kudus.”
  • Mazmur 23:4 — Tuhan menyertai di lembah kekelaman.

Ilustrasi Rohani Pendek

Anak kecil sering takut gelap. Tetapi ketika ayah atau ibu memegang tangan mereka, ketakutan hilang. Begitu juga Tuhan. Karena Dia beserta kita, kita bisa berjalan dengan berani dan hidup dalam kekudusan.


APLIKASI USIA

I. Anak Balita (1–5 tahun)

Aplikasi

  • Ajarkan: “Tuhan selalu bersama adik, jadi adik tidak perlu takut.”
  • Ajak mereka berkata: “Yesus Imanuel!”
  • Orang tua/pengasuh: dorong anak untuk berdoa sederhana sebelum tidur.

Aktivitas

  • Warnai gambar malaikat yang berbicara kepada Yusuf.
  • Permainan: Pegang tangan anak dan berjalan, katakan: “Tuhan pegang tanganmu.”

II. Anak Kecil (6–10 tahun)

Aplikasi

  • Mereka belajar menjaga kekudusan: berkata jujur, tidak berbohong, tidak suka marah.
  • Mengingat: Tuhan selalu melihat dan menolong.

Aktivitas

  • Buat kartu ayat “Imanuel – Tuhan Beserta Kita”.
  • Games: “Cari Jejak” — sembunyikan kertas bertuliskan “Tuhan menyertaimu” di ruangan.

III. Anak Besar (11–15 tahun)

Aplikasi

  • Menjaga kekudusan dalam pergaulan, media sosial, dan perkataan.
  • Merenungkan: kehadiran Tuhan mendorong hidup takut akan Tuhan.

Aktivitas

  • Diskusi kelompok: “Apa artinya Tuhan beserta kita di sekolah, rumah, dan HP kita?”
  • Buat komitmen pribadi: satu hal yang ingin ditinggalkan untuk hidup lebih kudus.

Penutup Khotbah

Ajak anak mengangkat tangan dan berkata: “Yesus Imanuel, Tuhan beserta kita!” Serukan komitmen: “Tuhan hadir bukan hanya di gereja, tetapi setiap hari. Mari hidup kudus dan berjalan bersama-Nya.”