Yesus Menguasai Pencobaan

Khotbah Untuk : 01 Mar 2026
🏷S. Minggu Remiscere
Nats: Matius 4:1-11
👁 2x dibaca
belum ada rating

Anak-anak, siapa pernah tergoda untuk mengambil permen lebih dari satu? Atau ingin bermain game lebih lama walaupun sudah dilarang? Mengapa rasanya sulit sekali menolak godaan?

Hari ini kita belajar bahwa Yesus menguasai pencobaan. Kalau Yesus menang, kita juga bisa menang bersama Dia!

Latar Belakang Teks

Matius 4:1-11 terjadi setelah Yesus dibaptis. Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun. Kata “dibawa” berasal dari bahasa Yunani anēchthē (ἀνήχθη) yang berarti dipimpin naik oleh Roh. Ini bukan kebetulan. Allah mengizinkan ujian untuk menyatakan ketaatan Anak-Nya.

Yesus berpuasa 40 hari. Angka 40 mengingatkan kita pada 40 tahun Israel di padang gurun (Ulangan 8:2). Israel gagal, tetapi Yesus berhasil.


I. Pencobaan Datang Saat Kita Lemah

Ayat 3: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

  • Kata “mencobai” dalam Yunani adalah peirazō (πειράζω) – menguji untuk menjatuhkan.
  • Yesus lapar. Secara fisik lemah.
  • Iblis menyerang identitas: “Jika Engkau Anak Allah…”

Pesan Teologis: Pencobaan sering menyerang kebutuhan dan identitas kita. Iblis ingin kita meragukan siapa kita di dalam Allah.

Ayat Paralel:

  • Ulangan 8:3 – “Manusia hidup bukan dari roti saja.”
  • Yakobus 1:14 – Setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri.

Transisi: Jika pencobaan datang saat lemah, bagaimana Yesus menang?


II. Yesus Menang Dengan Firman Allah

Setiap pencobaan dijawab dengan, “Ada tertulis…”

  • Ayat 4 – Ulangan 8:3
  • Ayat 7 – Ulangan 6:16
  • Ayat 10 – Ulangan 6:13

Kata “Ada tertulis” (gegraptai, γέγραπται) berarti sudah tertulis dan tetap berlaku.

Pesan Teologis: Firman Tuhan adalah senjata rohani (Efesus 6:17). Yesus tidak berdebat panjang. Ia berdiri di atas kebenaran Allah.

Ilustrasi: Seorang anak membawa payung saat hujan. Payung tidak menghentikan hujan, tetapi melindungi. Firman Tuhan seperti payung saat godaan datang.

Transisi: Bukan hanya menolak, Yesus juga memilih menyembah Allah saja.


III. Kemenangan Terjadi Saat Kita Menyembah Allah Saja

Ayat 10: “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu…”

  • Kata “menyembah” adalah proskuneō (προσκυνέω) – sujud, tunduk penuh hormat.
  • Iblis menawarkan jalan pintas tanpa salib.
  • Yesus memilih taat sampai salib.

Ayat Paralel:

  • Filipi 2:8 – Yesus taat sampai mati.
  • Ibrani 4:15 – Yesus dicobai, tetapi tidak berbuat dosa.

Pesan Teologis: Penyembahan sejati adalah ketaatan.


Aplikasi Berdasarkan Usia

I. Anak Balita (1-5 Tahun)

Aplikasi:

  • Belajar berkata, “Tidak!” saat mama/papa bilang jangan.
  • Berdoa sederhana: “Tuhan Yesus, tolong aku.”

Aktivitas:

  • Permainan peran: Guru berkata “ambil satu permen”, anak belajar taat.
  • Orang tua memeluk anak sambil berkata, “Yesus menolong kamu.”

II. Anak Kecil (6-10 Tahun)

Aplikasi:

  • Menghafal Matius 4:4.
  • Menolak ajakan mencontek.

Aktivitas:

  • Game “Ada Tertulis” – anak mencari ayat di Alkitab.
  • Membuat kartu ayat dan ditempel di kamar.

III. Anak Besar (11-15 Tahun)

Aplikasi:

  • Menguji setiap keputusan dengan Firman Tuhan.
  • Berani berbeda saat teman salah.

Aktivitas:

  • Diskusi kelompok: godaan remaja masa kini.
  • Drama singkat tentang memilih taat.

Penutup

Anak-anak, Yesus tidak pernah jatuh dalam dosa. Ia menang supaya kita bisa menang. Saat kita lemah, ingat Firman. Saat dicobai, sembahlah Tuhan.

Seruan Respons: Siapa mau berkata hari ini, “Tuhan Yesus, ajar aku menang atas pencobaan!”

Pantun:
Pergi ke taman memetik delima,
Disimpan rapi di dalam peti.
Jika godaan datang melanda,
Firman Tuhan jadi perisai hati.

Amin.