Belajar Firman Tuhan

Khotbah Untuk : 25 Jan 2026
🏷Remaja 3 Setelah Epipanias
Nats: 1 Timotius 4:13–16
👁 28x dibaca
belum ada rating

BELAJAR FIRMAN TUHAN

1 Timotius 4:13–16


I. PEMBUKAAN KHOTBAH (ICE BREAKER)

Pertanyaan Retoris:
“Siapa di antara kalian yang setiap hari belajar di sekolah, tapi jarang membuka Alkitab?”
“Kita rajin belajar demi nilai, tapi bagaimana dengan belajar demi hidup?”

Remaja hari ini hidup di kota yang cepat. Orang tua bekerja, gadget selalu di tangan, dan waktu terasa habis. Di tengah semua itu, Rasul Paulus menulis surat kepada seorang remaja muda bernama Timotius—seorang pemimpin muda yang sedang belajar memimpin, belajar iman, dan belajar Firman Tuhan.


II. LATAR BELAKANG TEKS

Surat 1 Timotius ditulis Paulus dari penjara atau perjalanan misinya kepada Timotius, gembala muda di Efesus. Timotius kemungkinan berusia belasan akhir atau awal 20-an. Ia hidup di tengah ajaran sesat, tekanan budaya Yunani, dan ekspektasi besar sebagai pemimpin muda.

Paulus tidak menyuruh Timotius hanya melayani, tetapi terlebih dahulu belajar Firman Tuhan dengan setia.


III. POIN KHOTBAH

I. FIRMAN TUHAN HARUS MENJADI PRIORITAS HIDUP (ayat 13)

“Sementara itu, sampai aku datang, bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam menasihati dan dalam mengajar.”

Kata Yunani prosechō berarti “memusatkan perhatian penuh, fokus terus-menerus.” Firman Tuhan bukan selingan, tapi pusat hidup.

Ayat Paralel:
Mazmur 119:105 – Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku.
Yosua 1:8 – Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat.

Aplikasi Remaja:

  • Jadwalkan waktu baca Alkitab seperti jadwal sekolah.
  • Matikan notifikasi HP saat renungan.

Transisi: Kalau Firman menjadi prioritas, lalu apa dampaknya bagi hidup kita?


II. FIRMAN TUHAN MEMBENTUK KARAKTER DAN PANGGILAN (ayat 14)

“Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu…”

Kata Yunani charisma berarti anugerah ilahi. Firman Tuhan menolong kita mengenali dan mengembangkan karunia.

Ayat Paralel:
Roma 12:6 – Karunia berbeda-beda menurut kasih karunia.
Amsal 22:6 – Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya.

Ilustrasi:
Seorang remaja yang rajin latihan musik tapi tidak pernah membaca not balok, akhirnya hanya meniru tanpa mengerti. Begitu juga iman tanpa Firman.

Aplikasi Remaja:

  • Ikut PA remaja atau komsel.
  • Tulis jurnal rohani tentang apa yang Tuhan ajarkan.

Transisi: Firman bukan hanya dipelajari, tetapi harus dijalani.


III. FIRMAN TUHAN HARUS DIPRAKTIKKAN SECARA KONSISTEN (ayat 15–16)

Kata Yunani meletaō berarti “melatih diri dengan sungguh-sungguh.”

Belajar Firman bukan soal tahu banyak ayat, tapi hidup berubah.

Ayat Paralel:
Yakobus 1:22 – Jadilah pelaku Firman.
Mazmur 1:2–3 – Kesukaannya ialah Taurat Tuhan.

Aplikasi Remaja:

  • Praktikkan satu ayat setiap minggu.
  • Berani berkata tidak pada dosa kecil.

IV. AKTIVITAS / GAMES KELOMPOK

Game: “Firman dalam Aksi”
Setiap kelompok memilih satu ayat dan membuat drama singkat penerapannya di sekolah.


V. PENUTUP KHOTBAH (RESPONS JEMAAT)

Remaja yang mencintai Firman tidak akan mudah terseret arus dunia.

Seruan:
“Maukah kamu menjadikan Firman Tuhan sebagai pelajaran terpenting dalam hidupmu?”

Penutup Puitis:
Firman bukan hanya dibaca,
tapi disimpan di hati dan jiwa.

Pantun:
Pergi ke sekolah membawa pena,
Jangan lupa Alkitab di tas remaja.
Jika hidup mau penuh makna,
Belajarlah Firman sepanjang masa.