DI DALAM DIA KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL
I. PEMBUKAAN KHOTBAH (ICE BREAKER)
Jika hari ini Tuhan bertanya kepada kita, “Apakah engkau merasa hidupmu kaya?” apa jawaban kita?
Banyak orang menilai kekayaan dari saldo rekening, aset, jabatan, atau pengaruh. Namun tidak sedikit orang yang terlihat berkelimpahan, tetapi hatinya kosong, doanya kering, dan jiwanya lelah.
Pertanyaan retoris bagi kita hari ini: Apakah kita mengukur kekayaan dengan ukuran dunia, atau dengan ukuran Allah?
Mazmur 40 membawa kita melihat kesaksian Daud—seorang raja yang memiliki segalanya, tetapi mengakui bahwa kekayaan sejati hanya ditemukan di dalam Tuhan.
LATAR BELAKANG TEKS
Mazmur 40 adalah mazmur syukur dan kesaksian pribadi Daud. Ia baru saja mengalami kelepasan dari bahaya besar (lumpur dan liang kebinasaan). Mazmur ini memperlihatkan perjalanan iman: dari pertolongan Tuhan, pengakuan akan karya-Nya yang besar, hingga komitmen hidup taat.
Daud mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan dimulai dari apa yang kita miliki, tetapi dari siapa Tuhan bagi kita.
POIN I: KAYA OLEH PERBUATAN DAN RENCANA ALLAH (ayat 5)
“Banyaklah yang telah Kauperbuat, ya TUHAN, Allahku, dan rancangan-Mu tentang kami tidak dapat dihitung.”
Subpoin 1: Kekayaan dalam Perbuatan Allah
Kata Ibrani ma‘aseh (perbuatan) menunjuk pada karya Allah yang aktif dan berkelanjutan. Daud tidak memandang hidupnya sebagai hasil keberuntungannya, melainkan karya tangan Tuhan.
Subpoin 2: Kekayaan dalam Rencana Allah
Kata machashabah berarti rancangan yang penuh maksud. Hidup orang percaya tidak acak. Bahkan penderitaan memiliki tempat dalam rancangan Allah.
Subpoin 3: Kekayaan yang Tak Terhitung
Daud berkata semua itu “tidak dapat dihitung.” Kekayaan di dalam Tuhan melampaui statistik dan logika manusia.
Ayat Paralel: Yeremia 29:11 – Tuhan mempunyai rancangan damai sejahtera dan pengharapan.
Transisi: Jika Tuhan sudah begitu kaya dalam karya dan rencana-Nya, bagaimana seharusnya respons hidup kita?
POIN II: KAYA DALAM KETAATAN YANG LEBIH DARI RITUAL (ayat 6–8)
“Korban sembelihan dan korban sajian tidak Kaukehendaki… tetapi telinga telah Kau buka bagiku.”
Subpoin 1: Tuhan Tidak Terpesona oleh Ritual
Daud menegaskan bahwa ibadah lahiriah tanpa ketaatan hati tidak menyenangkan Tuhan.
Subpoin 2: Telinga yang Dibuka
Ungkapan Ibrani karah oznayim berarti “membuka telinga sampai taat.” Ini berbicara tentang hati yang siap mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.
Subpoin 3: Sukacita dalam Melakukan Kehendak Allah
Kata chaphets (aku suka) menunjukkan bahwa ketaatan bukan paksaan, tetapi kesenangan orang yang telah diperkaya oleh Tuhan.
Ayat Paralel: 1 Samuel 15:22 – Taat lebih baik dari korban.
Transisi: Ketaatan yang sejati akan selalu menghasilkan kesaksian yang hidup.
POIN III: KAYA DALAM KESAKSIAN, KESELAMATAN, DAN KASIH SETIA ALLAH (ayat 9–11)
“Aku memberitakan keadilan di dalam jemaah yang besar… kasih setia-Mu dan kebenaran-Mu tidaklah kusembunyikan.”
Subpoin 1: Kaya dalam Kesaksian Publik
Daud tidak menyimpan karya Tuhan hanya untuk dirinya. Kekayaan rohani selalu mengalir keluar.
Subpoin 2: Kaya dalam Keselamatan Allah
Kata teshu‘ah berarti kelepasan yang menyeluruh—rohani dan jasmani.
Subpoin 3: Kaya dalam Kasih Setia yang Memelihara
Chesed (kasih setia) menunjuk pada kasih perjanjian Allah yang tidak pernah gagal.
Ayat Paralel: Mazmur 103:2 – Jangan lupakan segala kebaikan-Nya.
APLIKASI PRAKTIS JEMAAT
- Pegawai/Karyawan: Bekerja bukan untuk pengakuan manusia, tetapi sebagai ibadah.
- Pedagang: Jujur karena percaya Tuhan adalah sumber kelimpahan.
- Pemuda: Menemukan identitas di dalam kehendak Allah.
- Orang Tua: Menjadi saksi hidup bagi generasi berikutnya.
PENUTUP KHOTBAH (SERUAN)
Hari ini Tuhan mengajak kita mengubah definisi kaya. Bukan soal apa yang kita genggam, tetapi siapa yang kita andalkan.
Di dalam Dia, kita kaya oleh karya-Nya, taat kepada kehendak-Nya, dan hidup dalam kasih setia-Nya.
PENUTUP PUITIS & PANTUN
Kaya bukan karena emas berkilau,
Melainkan kasih Tuhan yang selalu setia.
Pergi berlayar menuju seberang,
Jangan lupa kompas dan cahaya;
Di dalam Tuhan hidup pun terang,
Kaya sejati kini dan selamanya.