Dunia yang Menakjubkan
Pembukaan Khotbah (Ice Breaker)
Anak-anak, pernahkah kalian melihat langit malam yang penuh bintang? Atau melihat pelangi setelah hujan? Pernahkah kalian bertanya, “Siapa yang membuat semua ini?”
Pertanyaan itu membawa kita pada satu sikap hati yang sangat penting: bersyukur.
Hari ini kita akan belajar dari Raja Daud melalui Mazmur 8, bagaimana melihat dunia yang menakjubkan dan memiliki hati yang bersyukur kepada Tuhan.
Latar Belakang Teks Mazmur 8
Mazmur 8 adalah mazmur pujian. Daud menulisnya ketika ia merenungkan ciptaan Tuhan—langit, bulan, bintang—dan membandingkannya dengan manusia yang kecil. Mazmur ini dimulai dan diakhiri dengan kalimat yang sama:
“Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!”
Ini menunjukkan bahwa hidup yang bersyukur dimulai dan diakhiri dengan memuliakan Tuhan.
I. Tuhan Itu Maha Mulia atas Seluruh Ciptaan (ayat 1–2)
Penekanan Ayat: “Betapa mulianya nama-Mu”
Kata Ibrani “addîr” berarti: agung, luar biasa, penuh kuasa.
Tuhan bukan hanya besar di surga, tetapi juga nyata di bumi. Bahkan dari mulut bayi dan anak-anak, Tuhan menerima pujian.
Aplikasi Teologis
- Tuhan layak dipuji bukan karena apa yang kita miliki, tetapi karena siapa Dia.
- Anak-anak pun bisa menyenangkan hati Tuhan dengan ucapan syukur.
Transisi: Jika Tuhan begitu mulia, bagaimana dengan dunia yang Ia ciptakan?
II. Dunia Ciptaan Tuhan Itu Menakjubkan (ayat 3–4)
Daud berkata, “Jika aku melihat langit-Mu…”. Kata “melihat” di sini bukan sekadar melihat, tetapi merenungkan.
Daud heran: “Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?”
Makna Teologis
- Alam semesta menyatakan kemuliaan Tuhan.
- Manusia kecil, tetapi diperhatikan Tuhan.
Ayat Paralel:
- Roma 1:20 – Ciptaan menyatakan kuasa Allah.
- Yesaya 40:26 – Tuhan memanggil bintang satu per satu.
Transisi: Jika kita kecil tetapi diperhatikan Tuhan, apa tanggung jawab kita?
III. Manusia Dipercaya untuk Menjaga Dunia (ayat 5–9)
Tuhan memahkotai manusia dengan kemuliaan. Kata Ibrani “kavod” berarti kehormatan yang diberikan Allah.
Bersyukur bukan hanya berkata “terima kasih”, tetapi menjaga ciptaan Tuhan.
Pesan Utama
- Karakter bersyukur terlihat dari tindakan.
- Anak Tuhan menjaga, bukan merusak.
Aplikasi Berdasarkan Kelompok Usia
I. Anak Balita (1–5 Tahun)
- Aplikasi: Mengucap “Terima kasih Tuhan” setiap pagi.
- Aktivitas: Menyebutkan ciptaan Tuhan bersama orang tua.
II. Anak Kecil (6–10 Tahun)
- Aplikasi: Tidak membuang sampah sembarangan.
- Aktivitas: Menggambar ciptaan Tuhan dan menulis doa syukur.
III. Anak Besar (11–15 Tahun)
- Aplikasi: Menggunakan media sosial untuk hal positif.
- Aktivitas: Diskusi kelompok: “Bagaimana bersyukur di sekolah?”
Ilustrasi Rohani Pendek
Seorang anak berkata, “Aku tidak punya mainan mahal, tapi aku punya langit, pohon, dan Tuhan.” Itulah hati yang bersyukur.
Penutup Khotbah (Respons Jemaat)
Mari kita belajar berkata seperti Daud:
“Ya Tuhan, betapa mulianya nama-Mu!”
Pantun Penutup:
Ke taman melihat bunga berseri,
Hati bersyukur setiap hari.
Dunia Tuhan sungguh menakjubkan,
Mari hidup memuliakan Tuhan!