Juruselamat Akan Lahir di Betlehem

Khotbah Untuk : 07 Dec 2025
🏷S. Minggu Advent II
Nats: Mika 5:1–3
👁 86x dibaca
belum ada rating

Pembukaan (Ice Breaker)

Adik-adik, pernahkah kalian melihat sesuatu yang kecil tetapi ternyata sangat penting? Seperti biji kecil yang bisa jadi pohon besar! Bayangkan… sebuah desa kecil bernama Betlehem, bukan kota besar, bukan kota terkenal. Tapi justru dari tempat kecil itulah Tuhan memilih untuk mengerjakan rencana besar-Nya.

Pertanyaan retoris: Mengapa Tuhan suka memakai hal yang kecil untuk melakukan hal yang besar?


Latar Belakang Teks

Kitab Mika ditulis pada masa Israel sedang jauh dari Tuhan. Mereka hidup dalam dosa dan ketidakadilan. Di tengah keadaan itu, Tuhan memberikan janji melalui nabi Mika bahwa suatu hari akan lahir dari Betlehem seorang pemimpin yang membawa damai.

Mika 5:2 berkata “dari padamulah akan bangkit bagi-Ku seorang yang memerintah Israel”, kata “memerintah” dari bahasa Ibrani mashal berarti memimpin dengan bijaksana dan kudus. Tuhan menjanjikan seorang pemimpin yang berbeda dari pemimpin dunia—Dia Kudus!

Betlehem sendiri berarti “Rumah Roti”. Dari rumah roti akan lahir Yesus, Roti Hidup (Yoh. 6:35). Begitu indah rencana Tuhan!


Hubungan Tema dengan Nats

Tema “Juruselamat Akan Lahir di Betlehem” menekankan bahwa Allah sudah merencanakan kedatangan Yesus jauh sebelum Ia lahir. Kedatangan Yesus yang Kudus menjadi teladan bagi kita untuk hidup kudus. Betlehem yang kecil menjadi gambaran bahwa kekudusan tidak bergantung pada besar-kecilnya seseorang—tetapi ketaatan pada Tuhan.


I. Untuk Anak Balita (1–5 Tahun)

Poin 1: Yesus Datang dari Betlehem Karena Tuhan Mengasihi Kita

Penekanan: Yesus lahir sesuai rencana Allah. Allah selalu menepati janji-Nya.

Aplikasi Praktis untuk Anak & Orang Tua

  • Ajarkan anak berkata: “Yesus sayang aku.”
  • Orang tua menunjukkan kasih melalui pelukan, karena itu mencerminkan kasih Tuhan.
  • Latih anak mengucapkan doa singkat: “Terima kasih Tuhan untuk Yesus.”

Aktivitas

  • Mewarnai gambar Betlehem dan bayi Yesus.
  • Orang tua membantu anak membuat bintang dari kertas sebagai lambang rencana Tuhan.

II. Untuk Anak Kecil (6–10 Tahun)

Poin 2: Yesus Lahir di Betlehem untuk Mengajarkan Kekudusan

Penjelasan Ayat: Kata “keluar” (Ibrani: yatsa) dalam Mika 5:2 menunjukkan bahwa kedatangan Yesus berasal dari kekekalan—Ia Kudus sejak semula.

Pesan teologis: Tuhan memakai tempat kecil untuk melakukan hal besar agar kita belajar rendah hati dan hidup bersih dari dosa.

Aplikasi Praktis

  • Belajar berkata benar, tidak berbohong.
  • Menjaga hati dari kemarahan atau iri.
  • Rajin membaca firman dan berdoa sebagai cara hidup kudus.

Aktivitas / Games

  • “Cari Betlehem!” — Guru menyembunyikan gambar bintang kecil, anak mencari dan menjelaskan makna Betlehem.
  • Membuat peta Betlehem sederhana dari kertas.

III. Untuk Anak Besar (11–15 Tahun)

Poin 3: Kekudusan Adalah Respon Kita Kepada Juruselamat

Penjelasan Ayat: Mika 5:3 menyatakan bahwa Allah akan memelihara umat-Nya sampai Juruselamat itu datang. Pemeliharaan Allah mengarahkan kita pada hidup yang berbeda dari dunia.

Pesan teologis: Kekudusan bukan sekadar aturan, tetapi respons terhadap kasih Yesus yang lahir bagi kita.

Aplikasi Praktis

  • Menjaga pergaulan, memilih teman yang membawa pada kebaikan.
  • Menghindari konten buruk dan memilih hal yang membangun iman.
  • Melayani di gereja atau sekolah minggu sebagai bentuk hidup kudus.

Aktivitas / Kelompok

  • Diskusi: “Bagaimana hidupku bisa memuliakan Kristus yang lahir di Betlehem?”
  • Membuat komitmen tertulis tentang satu hal kekudusan yang ingin ditingkatkan.

Ayat Paralel

  • Yesaya 7:14 – Janji tentang kelahiran Immanuel.
  • Matius 2:1 – Yesus benar-benar lahir di Betlehem.
  • Yohanes 6:35 – Yesus sebagai Roti Hidup dari “Rumah Roti”.

Ilustrasi Rohani Pendek

Ada seorang anak yang merasa dirinya tidak penting karena rumahnya kecil dan hidupnya sederhana. Suatu hari ia menolong temannya yang jatuh, dan dari kebaikan kecil itu, seluruh kelas belajar tentang kasih. Guru berkata, “Tidak harus besar untuk melakukan hal besar.” Betlehem juga kecil, tetapi Tuhan memakai tempat kecil untuk menyelamatkan dunia.


Penutup Khotbah

Adik-adik, Betlehem mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya melalui Yesus yang Kudus. Mari kita menyambut-Nya dengan hidup kudus, karena Dia sudah datang untuk menyelamatkan kita.

Seruan: “Tuhan, aku mau hidup kudus karena Engkau lahir untukku.”