Maria Mengunjungi Elisabet
Pembukaan (Ice Breaker)
Tanya anak-anak: “Pernah tidak kalian merasa sangat senang sampai ingin cepat-cepat cerita kepada orang lain?” Biarkan mereka menjawab. Lalu lanjutkan: “Begitulah perasaan Maria ketika ia pergi menemui Elisabet.”
Latar Belakang Teks
Perikop ini terjadi setelah malaikat Gabriel menyampaikan kepada Maria bahwa ia akan mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Pada saat yang sama, Elisabet—yang sudah lanjut usia—juga sedang mengandung Yohanes Pembaptis.
Maria segera pergi ke rumah Elisabet (ay.39). Kata “bergegas” memakai bahasa Yunani σπουδή (spoudē) yang berarti “dengan kesungguhan, kerinduan, atau antusiasme”. Ini menunjukkan hati Maria yang taat dan penuh sukacita.
Ketika Maria tiba, bayi dalam kandungan Elisabet “melonjak” (Yunani: σκιρτάω – skirtáō = melompat dengan sukacita). Elisabet berkata bahwa Maria “diberkati” (Yunani: εὐλογημένη – eulogēmenē) dan disebut berbahagia karena percaya (ay.45).
Hubungan Tema dengan Nats
Tema “Maria Mengunjungi Elisabet” menyoroti tindakan Maria yang membawa kehadiran Kristus ke dalam rumah Elisabet. Kunjungan ini menjadi momen penyataan sukacita, penguatan iman, dan konfirmasi janji Allah. Dari kunjungan ini, anak-anak belajar bahwa kehadiran kita dapat memberkati orang lain ketika hati kita dekat dengan Tuhan.
Kerangka Khotbah Utama
I. Maria Bergegas Datang – Hati yang Taat dan Bersukacita (ay.39)
Maria bergegas—bukan menunda. Ia merespons panggilan Tuhan dengan cepat. Makna teologis: Taat kepada Tuhan menghasilkan sukacita yang mendorong kita bergerak.
Ayat pendukung: • Mazmur 119:60 – “Aku bergegas dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-Mu.” (Sama seperti Maria yang cepat menaati Tuhan.)
Transisi: Jika Maria datang dengan taat, apa yang terjadi ketika ia bertemu Elisabet?
II. Elisabet Dipenuhi Roh Kudus – Kehadiran Kristus Membawa Sukacita (ay.41-42)
Saat Maria memberi salam, bayi Yohanes melonjak. Elisabet pun dipenuhi Roh Kudus. Kehadiran Yesus—meski masih dalam rahim—menghadirkan kuasa ilahi. Makna kata: “Dipenuhi” = Yunani πληρόω (plēroō) berarti dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.
Ayat pendukung: • Lukas 1:15 – Yohanes akan penuh Roh Kudus sejak dari kandungan; di sini janji itu mulai terlihat.
Transisi: Sukacita ini lahir karena satu hal penting dalam diri Maria.
III. Maria Diberkati karena Percaya (ay.45)
Elisabet menegaskan bahwa Maria berbahagia karena percaya (Yunani: πιστεύω – pisteuō = menaruh kepercayaan penuh). Makna teologis: Iman membuat janji Tuhan bekerja dalam hidup kita. Maria menjadi contoh anak Tuhan yang percaya tanpa ragu.
Ayat pendukung: • Ibrani 11:1 – “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan...” • Lukas 1:38 – “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Maria menunjukkan iman sejati.
Ilustrasi Rohani Pendek
Seorang anak membawa lilin kecil di ruangan yang gelap. Meski kecil, cahaya itu membuat semua orang dapat melihat sedikit lebih jelas. Kehadiran lilin itu mengubah suasana. Begitu juga kehadiran Maria yang membawa Kristus ke rumah Elisabet—membawa terang dan sukacita.
Aplikasi & Aktivitas Berdasarkan Kelompok Usia
1. Anak Balita (1–5 tahun)
Aplikasi:- Belajar menyapa dengan baik seperti Maria yang memberi salam.
- Belajar membawa sukacita kepada orang lain dengan senyum dan kata-kata baik.
- Ajarkan anak bahwa setiap salam atau sapaan dapat menjadi berkat.
- Bangun rutinitas doa singkat sebelum bertemu orang lain.
- Activity “Salam Sukacita”: Anak diajak mengucapkan kalimat “Tuhan Yesus memberkati!” sambil tersenyum kepada pengasuh.
- Stiker Hati: Anak menempel stiker hati di gambar Maria & Elisabet sebagai tanda kasih.
2. Anak Kecil (6–10 tahun)
Aplikasi:- Belajar melakukan kebaikan tanpa menunda seperti Maria yang bergegas.
- Belajar percaya pada Tuhan meski belum mengerti semuanya.
- Game “Bergegas Berkat”: Anak berpindah cepat ke teman yang membutuhkan bantuan sederhana (mengambilkan buku, memberi senyum, dsb).
- Kegiatan Kreatif: Membuat kartu ucapan “Kehadiranmu Membawa Sukacita” untuk teman atau keluarga.
3. Anak Besar (11–15 tahun)
Aplikasi:- Belajar menjadi pembawa sukacita dan penguatan rohani seperti Maria.
- Mengembangkan iman yang aktif—percaya dan bertindak.
- Diskusi Kelompok: “Dalam situasi apa aku bisa menjadi pembawa sukacita seperti Maria?”
- Challenge Mingguan: Setiap anak melakukan satu kunjungan atau pesan penguatan kepada teman yang sedang sedih.
Penutup Khotbah
Ajak anak-anak menutup dengan pertanyaan retoris:
“Apakah kehadiran kita membawa sukacita seperti Maria membawa Yesus ke rumah Elisabet?”
Seruan respons:
“Tuhan, pakai aku menjadi pembawa sukacita-Mu!”
Doakan agar mereka menjadi anak-anak yang menghadirkan kasih Kristus ke mana pun mereka pergi.