Nubuat Kelahiran Yesus

Khotbah Untuk : 30 Nov 2025
🏷S. Minggu Advent I
Nats: Yeremia 23:5-6
👁 524x dibaca
5.00 (1 rating)

“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan bagi Daud tunas yang adil; Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada zamannya Yehuda akan dibebaskan dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang akan disebutkan orang atasnya: TUHAN keadilan kita.”


Latar Belakang Teks

Pada masa Yeremia, bangsa Israel hidup dalam ketakutan dan ketidakadilan karena para pemimpin tidak setia. Dalam situasi itu, Tuhan memberikan pengharapan lewat nubuat tentang seorang “Tunas yang Adil” dari keturunan Daud—yaitu Yesus Kristus. Ia akan membawa keadilan, kedamaian, dan keselamatan. Kata “Tunas” dalam bahasa Ibrani ṣemaḥ berarti “pertumbuhan baru” atau “harapan baru”. Dari situ, kita belajar bahwa Yesus adalah sumber damai dan keadilan sejati.


Poin-Poin Khotbah:

I. Yesus adalah Raja yang Adil (ayat 5)

Kata “adil” (tsaddiq) berarti hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan. Yesus datang untuk menunjukkan keadilan dan mengajarkan kasih. Damai sejati lahir dari keadilan.

Ayat Paralel: Yesaya 9:6 – “Ia disebut: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
👉 Yesus membawa damai lewat kasih, bukan kekerasan.

Transisi:

Kalau Yesus Raja yang Adil, maka kita pun dipanggil hidup dalam kebenaran-Nya.

II. Yesus Membawa Kedamaian (ayat 6)

Nama “Tuhan keadilan kita” (YHWH Tsidqenu) berarti Tuhanlah sumber kebenaran dan kedamaian kita. Ketika Yesus lahir, malaikat berkata: “Damai sejahtera di bumi!” (Lukas 2:14).

Ayat Paralel: Yohanes 14:27 – “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”
👉 Damai sejati bukan dari keadaan, tetapi dari hati yang mengenal Yesus.

Transisi:

Kalau Yesus memberi damai, bagaimana kita bisa membawa damai bagi orang lain?

III. Kita Dipanggil Menjadi Pembawa Damai

Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9). Anak-anak Tuhan menjadi saluran damai di rumah, sekolah, dan gereja.

Ayat Paralel: Roma 12:18 – “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”


Pembukaan (Ice Breaker)

Tanya anak-anak: “Siapa yang pernah bertengkar dengan teman?” (biarkan mereka menjawab)
Lalu tanyakan, “Bagaimana rasanya setelah minta maaf dan berdamai?”
Katakan: “Hari ini kita mau belajar tentang Yesus yang datang membawa damai bagi semua orang!”


Penutup Khotbah

Yesus datang sebagai Raja Damai. Kalau Yesus tinggal di hati kita, kita juga bisa hidup berdamai dengan orang lain. Mari kita nyatakan kasih dan damai kepada semua orang, mulai dari keluarga kita sendiri.

Respons: “Tuhan Yesus, jadikan aku pembawa damai seperti Engkau.”


Ilustrasi Cerita Pendek:

Suatu hari dua anak bertengkar karena berebut mainan. Setelah dimarahi, mereka berdiam diri. Lalu seorang dari mereka datang dan berkata, “Aku minta maaf ya, aku sayang kamu.” Seketika mereka tersenyum dan bermain lagi.
— Begitulah damai yang Yesus ajarkan. Damai bukan berarti tidak pernah bertengkar, tapi berani mengasihi dan memaafkan.


I. Untuk Anak Balita (1–5 tahun)

  • Aplikasi: Belajar berkata “maaf” dan “aku sayang kamu” ketika bertengkar.
  • Aktivitas: Buat mahkota kertas bertuliskan “Raja Damai” dan hias bersama orang tua.

II. Untuk Anak Kecil (6–10 tahun)

  • Aplikasi: Belajar mengampuni teman dan membantu yang sedang sedih.
  • Aktivitas: Tulis di kertas berbentuk hati: “Aku ingin membawa damai dengan…” lalu isi nama teman atau keluarga yang ingin mereka damai.

III. Untuk Anak Besar (11–15 tahun)

  • Aplikasi: Belajar menjadi penengah dan pembawa damai dalam kelompok atau media sosial.
  • Aktivitas: Buat drama pendek tentang Yesus sebagai Raja Damai, atau refleksi tulisan: “Bagaimana aku bisa jadi pembawa damai minggu ini?”